BeritaPeristiwa

Aksi Solidaritas Mahasiswa Sampang Ricuh, Polisi Amankan Satu Orang Diduga Provokator

330
×

Aksi Solidaritas Mahasiswa Sampang Ricuh, Polisi Amankan Satu Orang Diduga Provokator

Sebarkan artikel ini
Aksi Solidaritas Mahasiswa Sampang Ricuh, Polisi Amankan Satu Orang Diduga Provokator
FOTO: Kericuhan saat akksi mahasiswa Cipayung Plus di Kabupaten Sampang, @by_News9.id

SAMPANG, NEWS9 – Aksi solidaritas mahasiswa Cipayung Plus di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, memanas dan berujung ricuh. Minggu, (31/8).

Mereka turun ke jalan menuntut pengusutan tuntas kematian seorang pengemudi ojek online yang diduga menjadi korban tindakan represif aparat kepolisian.

Ketegangan terjadi di depan Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Sampang, Jalan Jamaludin.

Pemicu kericuhan bermula ketika Kapolres Sampang, AKBP Hartono, menolak menandatangani berita acara tuntutan yang disodorkan mahasiswa.

Massa yang berjumlah sekitar 40 orang itu kemudian bergerak ke perempatan Barisan dan memblokade jalan nasional.

Aksi tersebut menyebabkan arus lalu lintas tersendat dan memicu kemacetan panjang.

Polisi yang berjaga berusaha membuka akses jalan dengan menghalau mahasiswa.

Saling dorong tak terhindarkan hingga menarik perhatian warga sekitar dan memperbesar kerumunan.

Dalam situasi itu, aparat mengamankan satu orang yang diduga provokator dan membawanya ke pos lalu lintas tak jauh dari lokasi kejadian.

Asbul, Sekretaris DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sampang, menegaskan aksi mereka adalah bentuk solidaritas terhadap kematian pengemudi ojol.

“Kami mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum mengusut tuntas secara terbuka, transparan, dan akuntabel. Negara harus menjamin perlindungan hak konstitusional warga untuk menyampaikan pendapat di muka umum,” ujarnya.

Kapolres Sampang, AKBP Hartono, memastikan situasi tetap terkendali. Ia menyatakan tindakan aparat masih sesuai prosedur pengamanan unjuk rasa.

“Satu orang yang kami amankan masih dalam proses pemeriksaan lanjutan. Sementara mahasiswa yang sempat masuk ke pos lantas sudah dilepas karena tidak terbukti sebagai provokator,” kata Hartono.

Sebelum bergerak ke Mapolres, massa gabungan mahasiswa dari GMNI, PMII, HMI, Formasa, dan Bemsa lebih dulu berkumpul di Taman Gor Indoor.

Mereka datang dengan membawa spanduk, poster, bendera organisasi, pengeras suara, serta mobil komando dengan pengawalan aparat kepolisian. ***

Tinggalkan Balasan

>