LUMAJANG, NEWS9 – Ketua Perkumpulan Petani Pangan Indonesia (P3NA) Jawa Timur Iskhak Subagio SE, menanggapi atas Dampak Erupsi Gunung Semeru di dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, kabupaten Lumajang.
Erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Rabu, 19 November 2025, telah meluluhlantakkan Dusun Sumbersari.
Dikatakan Iskhak, Minggu (23/11/2025), bahwa dampak erupsi ini sangat besar, tidak hanya merusak puluhan rumah warga, tetapi juga menghancurkan sekitar 30 hektar lahan pertanian di desa tersebut.
Lahan yang sebelumnya subur dengan tanaman hortikultura seperti salak dan lombok kini berubah menjadi lautan pasir dan batu akibat aliran lahar dan material vulkanik panas dari gunung Semeru.
“Hal ini menyebabkan kegagalan panen besar-besaran bagi petani setempat dan kerugian ekonomi yang parah. Menanggapi kondisi ini, kami ketua Perkumpulan Petani Pangan Indonesia (P3NA) Jawa Timur, menyatakan keprihatinannya atas kerusakan parah yang dialami oleh para petani di wilayah tersebut. Erupsi gunung Semeru telah menghancurkan sumber penghidupan utama petani, terutama yang mengandalkan tanaman hortikultura seperti salak dan lombok”, ujar Iskhak.

Iskhak menyampaikan bahwa P3NA Jawa Timur siap memberikan dukungan kepada para petani dalam pemulihan pasca-erupsi, termasuk upaya rehabilitasi lahan pertanian dan mencari solusi alternatif untuk mendukung ketahanan pangan serta ekonomi petani yang terdampak.
“Menurut data yang dihimpun dari petani, tanaman non progres sampai saat ini tercatat 30 hektar yang terkena lava (Lahar dingin) Semeru. Kita lihat bahwa lahan-lahan ini sudah menjadi lautan pasir, lautan batu, dan ini memerlukan penanganan segera”, ungkapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya koordinasi dengan pemerintah daerah dan lembaga terkait agar bantuan segera sampai kepada para korban bencana guna mempercepat proses pemulihan dan rehabilitasi.
“Agar para petani terdampak tidak terimbas untuk melakukan ekonominya sehari-hari, mohon ijin kami laporkan kepada semua pihak tanpa mengurangi rasa hormat, kami melaporkan dengan fakta sebenarnya, dan akan kami proses pendataan by name by address jadi nanti akan kita pastikan fiknya”, terang Iskhak.
Sebagai catatan tambahan, para warga Dusun Sumbersari dan wilayah sekitar terdampak tidak hanya lahan pertania tetapi juga kerusakan rumah dan fasilitas umum akibat awan panas guguran dan lahar panas yang mengalir deras, hamparan tanaman lombok dan tanaman holtikultura yang lain sudah berubah fungsi terkena luapan erupsi gunung Semeru, memaksa mereka untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman demi keselamatan jiwa mereka. ***













>