Anak SD Tewas Terseret Arus Saat Kejar Baju Hanyut di Sampang

- Editorial Team

Minggu, 7 Desember 2025 - 19:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Jenazah Wilda Aristia Hartoto di rumah duka di Desa Gunung Eleh. Minggu (7/12). @by_News9.id

FOTO: Jenazah Wilda Aristia Hartoto di rumah duka di Desa Gunung Eleh. Minggu (7/12). @by_News9.id

SAMPANG, NEWS9 – Kegembiraan delapan anak yang tengah bermain air di aliran Sungai Kembang Kuning, Desa Gunung Eleh, Kecamatan Kedungdung, Sampang, berubah menjadi kepanikan pada Minggu (7/12) pagi.

Seorang siswi sekolah dasar berusia 11 tahun, Wilda Aristia Hartoto, ditemukan meninggal setelah terseret arus sungai sekitar pukul 09.00 WIB.

Dari penelusuran News9.id terhadap laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang, musibah bermula dari peristiwa sepele yang tidak jarang terjadi di sungai-sungai pedesaan: sehelai baju hanyut.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang, Mohammad Hozin, mengatakan bahwa baju salah seorang anak tiba-tiba terbawa arus.

“Dua anak kembali turun ke sungai untuk mengambil baju tersebut. Namun keduanya ikut terseret,” ujarnya.

Satu anak berhasil menggapai tepi sungai dan selamat. Wilda tidak seberuntung itu. Arus yang lebih deras dari perkiraan menyeret tubuhnya semakin jauh dari titik awal mereka bermain.

“Korban terbawa arus cukup jauh sebelum akhirnya ditemukan dalam keadaan lemas dan tidak bernyawa,” kata Hozin.

Keterangan warga yang dihimpun BPBD menyebutkan bahwa teriakan panik bocah-bocah di tepi sungai menjadi sinyal pertama bahwa sesuatu yang buruk terjadi.

Baca Juga:  Gas Subsidi Dijual Bebas di Sumenep, Aktivis Desak Izin Agen LPG 3 Kg Dicabut

Sekitar 30 menit, warga menyisir arus sungai dengan peralatan seadanya tongkat bambu, tali, dan perahu kecil milik petani setempat.

Tim relawan PMI Kedungdung yang tiba di lokasi langsung melakukan resusitasi jantung paru (RJP).

Baca Juga:  Harapan Baru Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo dan KH Imam Hasyim Resmi Dilantik

Namun upaya tersebut tidak mampu mengembalikan napas Wilda. Jenazahnya lalu dibawa ke rumah duka di Desa Gunung Eleh.

Di balik duka itu, warga setempat mengakui bahwa anak-anak desa kerap bermain di sungai, terutama saat akhir pekan.

Namun perubahan debit air yang cepat, terutama memasuki musim penghujan, kerap luput diwaspadai.

BPBD Sampang mengingatkan agar warga tidak menganggap sungai sebagai area bermain yang aman, terutama ketika curah hujan di hulu meningkat.

“Warga harus lebih waspada dan tidak membiarkan anak-anak bermain di sungai saat debit air naik,” tegas Hozin.

Tragedi ini menambah daftar panjang kasus anak tenggelam di aliran sungai pedesaan di Madura.

Baca Juga:  Pencarian Berakhir, Korban Perahu Tenggelam di Pamekasan Ditemukan Tak Bernyawa

Minimnya rambu peringatan, absennya pengawasan orang dewasa, serta perubahan arus yang tidak selalu terlihat di permukaan menjadi kombinasi risiko yang sering diremehkan.

Wilda Aristia Hartoto kini tinggal nama sebuah kehilangan bagi keluarga dan lingkungan sekolahnya.

Sungai yang selama ini menjadi ruang bermain, berubah menjadi saksi bisu, meski tampak tenang, menyimpan ancaman yang kerap tidak terlihat. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: Para peserta mengikuti pengujian sesuai jenjang kompetensi Muda, Madya, dan Utama. @by_News9.id

DAERAH

Hasil UKW di Surabaya, 29 Wartawan Raih Predikat Kompeten

Jumat, 16 Okt 2026 - 23:28 WIB

FOTO: Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, S.Si., M.IP., (tengah) saat menghadiri kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW). @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Perisai Anak Jadi Andalan Diskominfo Jatim

Kamis, 15 Okt 2026 - 18:07 WIB