Penjual Kacang Tersingkir di Pasar Minggu Sumenep

- Redaksi

Minggu, 15 Februari 2026 - 12:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Peorang penjual kacang hanya bisa menatap keramaian dari kejauhan. @by_News9.id

FOTO: Peorang penjual kacang hanya bisa menatap keramaian dari kejauhan. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Di tengah riuhnya Pasar Minggu di kawasan Taman Bunga, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, seorang penjual kacang hanya bisa menatap keramaian dari kejauhan.

Dia tidak diberi ruang untuk menggelar dagangan di dalam area pasar yang seharusnya menjadi ruang hidup bagi pelaku usaha kecil.

Setiap hari, demi menghidupi keluarga, pria sederhana itu berangkat dari rumah pukul 05.00 WIB dan berkeliling hingga pukul 17.30 WIB menyusuri sudut-sudut Kota Sumenep.

Baca Juga:  Polemik Taman Rogotrunan, DLH Tunjukkan Berita Acara Pemindahan Lokasi

Dagangannya tidak selalu habis, kacang yang tidak laku terpaksa dibawa pulang.

Harga satu bungkus kacang hanya Rp5.000. Dalam sehari, ia rata-rata mengantongi Rp50.000. Jumlah yang jauh dari kata layak, apalagi di tengah kebutuhan hidup yang kian menekan.

Saat Pasar Minggu dipadati pengunjung, pedagang kecil seperti dirinya justru tidak diberi akses untuk berjualan di dalam area yang ramai. Ia hanya menjadi penonton di kampung sendiri.

Baca Juga:  Massa Gempar Geruduk Kantor Pemkab Sumenep, Tuntut Evaluasi Dinkes dan Pecat Tiga Oknum Puskesmas

Aktivis Sumenep, Burhan, menilai kondisi tersebut sebagai cermin kebijakan yang tidak berpihak pada wong cilik.

“Perkumpulan Perdagangan Pasar Minggu seharusnya menjadi wadah seluruh pelaku usaha mikro kecil. Tapi faktanya, pasar itu dibentuk lebih sebagai objek komersial,” tegas Burhan, Minggu (15/2).

Menurutnya, tidak semua kebijakan Bupati Sumenep benar-benar dirasakan oleh masyarakat kecil, khususnya pelaku usaha mikro.

“Hanya orang-orang tertentu yang menikmati setiap kebijakan pemerintah daerah. Bagi wong cilik, harapan itu terasa sangat jauh,” jelasnya.

Sementara itu, pasar yang semestinya menjadi ruang pemberdayaan ekonomi rakyat kecil kini dipertanyakan arah dan keberpihakannya.

“Jika pedagang kacang saja tak diberi ruang, lalu untuk siapa sesungguhnya pasar itu dibangun. Ketika geliat ekonomi digembar-gemborkan, fakta di lapangan justru menunjukkan jurang yang kian lebar antara kebijakan dan realitas rakyat kecil,” tandasnya. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, SH, MH. @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026 Disepakati

Selasa, 11 Agu 2026 - 21:11 WIB