BeritaPeristiwa

Badar Juragan BBM Mampu Kendalikan Polisi dan Oknum Wartawan di Sumenep

1950
Badar Juragan BBM Mampu Kendalikan Polisi dan Oknum Wartawan di Sumenep
FOTO: (ilustrasi) Badar, juragan solar asal Bangkalan bersama oknum Polisi dan oknum Wartawan Sumenep yang dikenal mahir dalam mengendalikan bisnis gelapnya di dunia BBM ilegal, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar subsidi di Kabupaten Sumenep, Madura, kebal hukum mampu kendalikan Polisi dan Oknum Waratawan.

Badar, juragan solar asal Bangkalan itu dikenal mahir dalam mengendalikan bisnis gelapnya di dunia BBM ilegal, bukan hanya wartawan yang dikendalikan, polisi yang mempunyai kewenangan dalam penindakan mampu di bungkam seakan buta dan tuli terhadap kegiatan BBM Ilegal di Sumenep.

Hal itu mencuat setelah BBM jenis Solar subsidi dengan kapasitas besar di angkut oleh Truk engkel dengan Nopol B 9605 IS yang ditangkap oleh Polsek Pasongsongan dan dilimpahkan ke Unit Pidsus Polres Sumenep beberapa bulan yang lalu kasus tersebut lenyap seperti di telan bumi.

Badar disebut-sebut aktor utama dalam kasus BBM Ilegal yang ditangkap oleh Polsek Pasongsongan, dan barang bukti tersebut sudah dilepas oleh Polres Sumenep.

Seperti di ketahui, untuk memuluskan aksinya, Badar menggerakkan oknum waratwan untuk mengamankan dan meminta jatah BBM ke setiap SPBU di Sumenep dan bekerja sama dengan Agus warga Kalianget yang di kenal penyuplai rekom nelayan.

Menurut informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, Badar diduga tidak hanya menguasai jalur distribusi solar bersubsidi, namun juga memanfaatkan jaringan oknum wartawan untuk mengamankan bisnis gelap tersebut.

Sejumlah oknum jurnalis di Sumenep disebut-sebut menerima aliran dana hingga puluhan juta rupiah agar menutup mata dan membungkam pemberitaan terkait pengisian dan penyelewengan solar subsidi di sejumlah SPBU.

“Skema ini disinyalir menjadi tameng utama agar praktik mafia solar tetap berjalan tanpa hambatan, meski antrean masyarakat kecil dan nelayan kian memanjang akibat kelangkaan solar subsidi,” tegas sumber inisial BE, Senin (29/12/2025).

Parahnya lagi, informasi yang beredar di lapangan, juragan Badar juga diduga kuat mengalirkan dana bagi hasil kepada oknum aparat di Polres Sumenep.

Dugaan tersebut menambah panjang daftar pertanyaan publik terkait lemahnya penindakan terhadap mafia BBM yang telah lama merugikan negara dan rakyat kecil.

Hingga detik ini, belum ada keterangan resmi dari pihak Polres Sumenep maupun pihak-pihak yang disebutkan dalam pusaran dugaan tersebut.

Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi lanjutan guna menjaga prinsip keberimbangan dan akurasi informasi.

Masyarkat kecewa terhadap sikap tegas aparat penegak hukum dan institusi terkait. Kini publik berharap tindak tegas mafia solar bersubsidi secara transparan, tanpa pandang bulu.

“Jika dugaan ini benar, maka praktik tersebut bukan hanya kejahatan ekonomi, tetapi juga pengkhianatan terhadap kepercayaan publik dan profesi jurnalistik,” tandas sumber. ***

Exit mobile version