BeritaEkonomi

BPRS Bhakti Sumekar Perkuat Literasi Keuangan Pelajar Lewat SimPel Digital Berbasis QRIS

13
BPRS Bhakti Sumekar Perkuat Literasi Keuangan Pelajar Lewat SimPel Digital Berbasis QRIS
FOTO: Direktur Utama PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda), Hairil Fajar, saat berkunjung ke lembaga pendidikan. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Komitmen memperkuat literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar terus dilakukan PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) melalui program Simpanan Pelajar (SimPel) berbasis digital.

Program tersebut dikembangkan sebagai upaya membangun budaya menabung sejak dini di lingkungan sekolah di Kabupaten Sumenep.

Salah satu inovasi yang dihadirkan bank milik Pemkab Sumenep itu ialah aplikasi BBS Sekolah.

Platform digital tersebut dirancang untuk mempermudah pengelolaan tabungan pelajar secara aman, praktis, dan transparan melalui sistem pembayaran berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Melalui aplikasi itu, transaksi tabungan pelajar dapat dilakukan secara langsung tanpa melibatkan pihak ketiga.

Sistem tersebut diharapkan mampu meminimalkan potensi persoalan dalam pengelolaan tabungan sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan di lingkungan pendidikan.

BBS Sekolah juga dikembangkan dengan konsep keuangan syariah yang menyasar pelajar di berbagai jenjang pendidikan.

Program itu tidak hanya menjadi sarana menabung, tetapi juga media edukasi agar pelajar memahami pengelolaan keuangan yang sehat dan sesuai prinsip syariah.

Direktur Utama PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda), Hairil Fajar mengatakan, pihaknya menargetkan kehadiran BBS Sekolah mampu membentuk kebiasaan menabung yang berkelanjutan di kalangan generasi muda.

Selain itu, program tersebut diharapkan dapat memperluas ekosistem keuangan syariah yang inklusif di wilayah Kabupaten Sumenep.

“Program SimPel yang dijalankan BPRS Bhakti Sumekar merupakan bagian dari dukungan terhadap program nasional Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar). Program ini digagas pemerintah untuk meningkatkan budaya menabung sekaligus memperluas akses layanan keuangan bagi pelajar di Indonesia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, secara nasional program Kejar telah menjangkau puluhan juta pelajar dengan nilai tabungan mencapai puluhan triliun rupiah.

Capaian tersebut menunjukkan tingginya partisipasi pelajar dalam membangun kemandirian finansial sejak usia sekolah.

“Untuk di Kabupaten Sumenep, alhamdulillah persentasenya terus meningkat setiap tahun,” jelasnya.

Sebagai bentuk implementasi program, BPRS Bhakti Sumekar secara rutin melakukan kunjungan ke sekolah dan lembaga pendidikan guna memberikan edukasi terkait pentingnya menabung serta memperkenalkan layanan SimPel kepada para pelajar.

Konsistensi dalam mengembangkan program SimPel membawa BPRS Bhakti Sumekar meraih berbagai penghargaan tingkat nasional. Pada 2025, bank syariah tersebut kembali menerima penghargaan dalam ajang Kejar Awards dan Financial Literacy Awards.

Dalam ajang tersebut, BPRS Bhakti Sumekar dinobatkan sebagai bank dengan implementasi program Kejar terbaik pada subkategori Bank Perekonomian Rakyat Syariah.

“Penghargaan ini menjadi bukti kontribusi aktif perusahaan kami dalam memperluas literasi keuangan di sektor pendidikan,” tegasnya.

Capaian pada 2025 itu menambah deretan prestasi yang sebelumnya telah diraih BPRS Bhakti Sumekar dalam bidang literasi keuangan.

Pada 2024 lalu, bank syariah daerah tersebut juga menerima penghargaan serupa sebagai Bank Implementasi Kejar Terbaik Nasional.

Tidak hanya itu, pada 2022 BPRS Bhakti Sumekar juga berhasil mengantarkan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sumenep sebagai lembaga mitra penerima penghargaan nasional pada kategori Satuan Pendidikan Implementasi Kejar Terbaik.

“Berbagai prestasi yang diraih ini semoga semakin memperkuat komitmen kami dalam mendukung program Kejar dan memperluas akses layanan keuangan bagi generasi muda, khususnya di Kabupaten Sumenep,” tandasnya.

Hairil menambahkan, implementasi program SimPel di Kabupaten Sumenep sejauh ini berjalan cukup baik.

Menurutnya, sudah banyak sekolah yang menjalin kerja sama dan ribuan pelajar telah memiliki rekening tabungan.

Meski demikian, pihaknya terus mendorong agar lebih banyak sekolah di Sumenep, khususnya yang berbasis pesantren, menjalin kerja sama dengan lembaga keuangan syariah melalui BPRS Bhakti Sumekar.

“Sekolah-sekolah berbasis pesantren di Sumenep akan terus kami dorong untuk bekerja sama dengan lembaga keuangan syariah, yakni BPRS Bhakti Sumekar. Tujuannya untuk mendukung penguatan ekonomi syariah,” pungkasnya. ***

2

Exit mobile version