SAMPANG, NEWS9 – Sebuah pengalaman unik mewarnai aktivitas Dapur Yayasan Generasi Masyarakat Bijak dan Sejahtera (Gembira) di Desa Sogiyan, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.
Dapur yang dikelola oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini kerap menemukan pesan-pesan lucu yang ditinggalkan di piring makan.
Pemilik Dapur Gembira, Moh Nurul Umam Alatas, menceritakan melalui Fungsionaris Yayasan, Holik Mawardi, bahwa beberapa anak penerima manfaat MBG kerap menulis pesan iseng di food tray stainless yang mereka gunakan.
“Menu sekarang enak, besok mohon lauknya ayam geprek dan aneka sosis,” ucapnya sambil tertawa, mengingat salah satu pesan yang ditemukan.
Holik, yang juga mantan Kepala Desa Napo Daya, menjelaskan bahwa dapur ini mulai berproses sejak Februari 2025 dan resmi diluncurkan pada (4/8).
MBG sendiri menyasar sekolah dasar di Desa Sogiyan, Napo Daya, Napo Laok, Pondok Pesantren Darul Ulum di Desa Sogiyan, serta Desa Astapah.
Dapur Gembira mengoperasikan empat armada dengan dukungan 47 pekerja non-administratif, ditambah tiga personel inti yang terdiri dari Ketua SPPG, akuntan, dan ahli gizi.
Distribusi makanan berlangsung setiap Senin hingga Jumat, dimulai pukul 06.30 WIB untuk persiapan, dan pukul 07.00 WIB armada mulai bergerak ke lokasi sasaran.
Meski berjalan lancar, Holik mengakui ada tantangan berupa kondisi jalan yang rusak, terutama di poros Sogiyan–Astapah.
“Kami berharap pemerintah segera memperbaiki akses jalan, agar distribusi makanan lebih lancar dan tepat waktu,” ujarnya.
Cerita kecil yang datang dari piring anak-anak ini menjadi pengingat bahwa di balik program serius seperti pemenuhan gizi, terselip interaksi hangat dan tawa yang menyemangati para relawan untuk terus bekerja. ***
