BeritaDaerah

Desa Senduro Jadi Andalan Lumajang Menuju Proklim Lestari Nasional 2025

203
FOTO: Perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup provinsi Jawa Timur, serta kepala DLH kabupaten Lumajang, forkopimca Senduro dan warga. @by_News9.id
FOTO: Perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup provinsi Jawa Timur, serta kepala DLH kabupaten Lumajang, forkopimca Senduro dan warga. @by_News9.id

LUMAJANG, NEWS9 – Pemerintah Desa Senduro, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, bersama delapan desa dan dua kelurahan lainnya, dengan penuh antusias menyambut kedatangan Tim Verifikasi Program Kampung Iklim (Proklim) Lestari Tahun 2025, Senin (7/7/2025).

Penyambutan yang berlangsung di Balai Desa Senduro dihadiri jajaran perangkat desa, kader lingkungan, tokoh masyarakat, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur, Kepala DLH Kabupaten Lumajang, Forkopimca Senduro, serta warga setempat.

Kepala Desa Senduro dalam sambutannya menegaskan bahwa Proklim bukan sekadar program formalitas, melainkan gerakan bersama masyarakat untuk membangun desa tangguh dan berkelanjutan di tengah ancaman perubahan iklim.

“Proklim ini adalah wujud komitmen nyata warga Senduro menjaga lingkungan. Terima kasih atas perhatian pemerintah pusat yang terus mendukung,” ujarnya.

Dalam kegiatan verifikasi, diadakan sesi diskusi dan laporan dari perwakilan 10 desa binaan.

Salah satunya, Kepala Desa Petahunan, Sumarli, memaparkan capaian desanya.

Ia menuturkan, wisata Tumpak Selo yang dikelola Bumdes kini menorehkan omzet Rp1,8 miliar dalam tiga tahun terakhir tanpa tambahan anggaran desa.

“Sejak 2021, saya tidak keluarkan dana desa ke Bumdes. Semua tumbuh dari modal awal Rp60 juta. Sekarang sudah mandiri. Kami juga kelola sampah mandiri. Semua rumah punya tong sampah, ada petugas pemungutnya, dibiayai dari kontribusi warga,” jelas Sumarli di hadapan tim verifikasi.

Tak hanya itu, ia juga menuturkan langkah desa menjaga kelestarian mata air dengan membuat hutan rakyat.

“Mata air ini bukan di wilayah saya, tapi manfaatnya besar. Kami jaga bersama untuk irigasi pertanian dan wisata,” tambahnya.

Tim Verifikasi Proklim Lestari dijadwalkan meninjau langsung bank sampah, taman hijau desa, kawasan konservasi sumber air, hingga praktik pertanian ramah lingkungan yang dijalankan kelompok tani.

Kepala DLH Kabupaten Lumajang, Dra Hertutik MSE, menjelaskan Desa Senduro saat ini maju ke tingkat nasional didukung 10 desa binaan, di antaranya Desa Sumberurip (Pronojiwo), Desa Kaliuling (Tempursari), Desa Sombo dan Desa Kertowono (Gucialit), Desa Kedungrejo dan Sidorejo (Rowokangkung), Desa Banyuputih Lor (Randuagung), Desa Petahunan (Sumbersuko), serta Kelurahan Kepuharjo dan Rogotrunan (Lumajang).

“Program ini jadi bukti komitmen Lumajang. Sebelumnya kita sudah punya Desa Pasrujambe, RW 2 Ditotrunan, RW 5 Kampung Karamba. Ini Proklim Lestari keempat yang kita usung ke tingkat nasional,” kata Hertutik.

Ia menegaskan, Proklim Lestari Lumajang bergerak di bidang mitigasi bencana, pelestarian dan pengelolaan lingkungan, ketahanan pangan, serta melibatkan lintas sektor.

“Sejak 2018 sudah ada 51 lokasi di 18 kecamatan. Target nasional 2029, harus ada 30 ribu Proklim. Lumajang siap jadi salah satu penyumbang terbesar,” tegasnya.

Program Proklim Lestari diharapkan semakin memperkuat kolaborasi pemerintah daerah, desa, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih, hijau, dan berkelanjutan. ***

Exit mobile version