BeritaPeristiwa

Dugaan Perselingkuhan ASN Bidan di Sampang, Dinkes Tarik yang Bersangkutan untuk Jaga Kondusivitas

366
Dugaan Perselingkuhan ASN Bidan di Sampang, Dinkes Tarik yang Bersangkutan untuk Jaga Kondusivitas
FOTO: UPT Puskesmas Tambelangan Sampang, @by_News9.id

SAMPANG, NEWS9 – Dugaan pelanggaran etika kembali menyeret aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Sampang.

Seorang bidan berinisial IN, yang bertugas di Puskesmas Tambelangan, ditarik dari tempat tugasnya menyusul dugaan perselingkuhan dengan seorang pria berinisial SY.

Kasus tersebut kini ditangani Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes dan KB) Sampang.

Peristiwa yang memicu polemik tersebut terjadi pada (30/12), ketika IN dan SY digerebek oleh suami sah IN di sebuah rumah di Perumahan Safira Pangongsean, Kecamatan Torjun.

Informasi itu kemudian dilaporkan ke pimpinan Puskesmas dan berujung pada pemeriksaan internal.

Kepala Puskesmas Tambelangan, Bustanul Arifin, membenarkan bahwa IN merupakan ASN di unit kerjanya.

Ia menyatakan baru mengetahui dugaan tersebut setelah menerima laporan penggerebekan.

“Yang bersangkutan sudah kami panggil untuk klarifikasi. Kami juga melakukan pembinaan dan melaporkannya ke dinas,” kata Bustanul, saat di konfirmasi News9.id Rabu, (14/1).

Menurut Bustanul, setelah proses pembinaan internal, pihak puskesmas tidak lagi menangani kasus tersebut.

Sejak (9/1), IN resmi ditarik dari Puskesmas Tambelangan dan ditempatkan sementara di Dinkes dan KB Sampang.

Langkah ini, kata dia, diambil untuk menjaga stabilitas layanan kesehatan dan menunggu proses lanjutan sesuai aturan kepegawaian.

Dalam klarifikasi awal, Bustanul menyebut IN membantah adanya hubungan khusus dengan SY.

IN mengaku hanya menjalin pertemanan yang telah berlangsung sekitar dua hingga tiga tahun, dengan intensitas kedekatan selama tujuh bulan terakhir.

“Pengakuannya hanya teman dekat,” ujarnya.

Keterangan serupa disampaikan Amir Firdaus Sudja’i, Kepala Sub Bagian Umum Dinkes dan KB Sampang.

Ia membenarkan pihaknya telah menerima laporan dan melakukan pembinaan awal terhadap IN.

Namun Amir menegaskan, proses penanganan masih berada pada tahap awal.

“Penanganan kasus ASN memiliki tahapan panjang. Untuk sementara, yang bersangkutan kami tarik ke Dinkes agar situasi tetap kondusif,” kata Amir, seperti dikutip mediajatim.

Ia menambahkan, keputusan lanjutan masih menunggu arahan Kepala Dinkes dan KB Sampang yang belum bisa ditemui karena agenda dinas.

Amir juga menyebut, dalam pemeriksaan sementara di tingkat dinas, IN kembali membantah dugaan perselingkuhan dan menyatakan hubungannya dengan SY sebatas pertemanan.

Hingga berita ini diturunkan, Media ini belum memperoleh keterangan langsung dari IN.

Kasus ini menambah daftar persoalan etika yang melibatkan ASN, sekaligus menyoroti pentingnya transparansi dan ketegasan institusi dalam menangani dugaan pelanggaran moral, terutama bagi aparatur yang bekerja di sektor pelayanan publik. ***

2

Exit mobile version