SUMENEP, NEWS9 – Harapan Masyarakat Sumenep (HAMAS) mendatangi Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Sumenep, pada Kamis (10/7/2025).
Dalam audiensi yang dipimpin langsung oleh Koordinator HAMAS, Rida Halil, menuntut kejelasan pembangunan jalan poros di Pulau Kangean dan Pulau Sepanjang, Kecamatan Sapeken.
HAMAS menyoroti jalan penghubung Desa Sawah Sumur (Kecamatan Arjasa) dengan Desa Batu Putih, Tembayangan, dan Cangkaramaan yang hingga kini mangkrak, belum dianggarkan, dan terkesan diabaikan.
“Kami menilai pemerintah lamban merespons masalah jalan rusak ini. Padahal ini urat nadi mobilitas warga empat desa,” tegas Rida Halil kepada News9.id, Jumat (11/7/2025).
Meski Dinas PUTR mengklaim siap menganggarkan jika ada usulan resmi dari kepala desa dan camat, HAMAS menilai mekanisme birokrasi pengajuan perubahan status jalan dari jalan desa ke jalan kabupaten terlalu berbelit dan membuang waktu.
“Kami minta pemerintah kabupaten turun tangan. Panggil kepala desa dan camat untuk percepat status jalan ini. Berdasarkan kajian kami, jalan ini sudah masuk kategori jalan kabupaten,” imbuh Rida.
Selain itu, HAMAS juga mempertanyakan status jalan di Pulau Sepanjang, Kecamatan Sapeken, yang menghubungkan Desa Sepanjang dengan Desa Tanjung Kiaok.
Ironisnya, jalan tersebut juga belum ada rencana pembangunan meski sudah rusak parah.
Di sisi lain, Syarif, anggota HAMAS, juga mengungkap kejanggalan lain.
Menurutnya, aneh jika Dinas PUTR justru berencana membangun jalan kabupaten di Pulau Sepangkur, padahal pulau tersebut hanya memiliki satu desa.
“Ini janggal! Berdasarkan PP No 34 Tahun 2006 Pasal 28 huruf (b) dan UU No 2 Tahun 2022 Pasal 9 ayat 8 huruf (b), jalan kabupaten itu menghubungkan antardesa. Kalau hanya satu desa, itu statusnya jalan desa,” tegas Syarif.
Sementara itu, keterangan Kabid Bina Marga Dinas PUTR yang berdalih pembangunan di Desa Sepangkur untuk alasan ketahanan pangan, dinilai mengada-ada.
“Kalau alasannya suplai pangan, Pulau Sepanjang jauh lebih layak. Komoditas pangannya beragam, bahkan Pulau Sepanjang pulau terbesar di Kecamatan Sapeken. Kenapa malah di Sepangkur?” sindir Syarif.
Hasil audiensi itu, Dinas PUTR berjanji akan menindaklanjuti jika ada usulan resmi dari desa atau kecamatan terkait perubahan status jalan Kangean dan Sepanjang menjadi jalan kabupaten.
HAMAS menegaskan, mereka akan terus mengawal persoalan tersebut hingga pembangunan jalan benar-benar terealisasi. ***
