SUMENEP, NEWS9 – Industri rokok lokal di Madura semakin memberikan manfaat besar bagi berbagai lapisan masyarakat, khususnya petani tembakau, buruh tani, dan pekerja pabrik.
Peningkatan permintaan bahan baku serta tenaga kerja menjadikan sektor ini sebagai penopang ekonomi warga setempat.
Abd. Azis (63), tokoh masyarakat Desa Ellak Daya, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, menegaskan keberadaan industri rokok lokal membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat di desanya.
“Dulu petani tembakau sering kesulitan menjual hasil panen dengan harga layak. Sekarang, dengan adanya pengusaha rokok lokal yang membeli langsung dari petani, harga lebih stabil dan menguntungkan,” ujarnya kepada MaduraPost, Sabtu (15/2/2025).
Tidak hanya petani, buruh tani yang bekerja di ladang tembakau juga merasakan manfaatnya.
Warda (45), salah satu buruh tani, mengungkapkan bahwa peluang kerja semakin terbuka, terutama saat musim panen.
“Alhamdulillah, sekarang lebih mudah mencari pekerjaan. Jika dulu hanya bekerja di sawah musiman, sekarang ada tambahan dari panen tembakau hingga proses pengeringannya,” katanya.
Sementara itu, sektor industri rokok lokal juga menyerap banyak tenaga kerja di pabrik pengolahan tembakau.
Joko Santoso, salah satu buruh pabrik rokok, menyebut bahwa bekerja di pabrik memberikan penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Gaji lumayan, pekerjaannya juga jelas. Banyak ibu rumah tangga yang bisa bekerja sebagai pelinting rokok, sehingga bisa membantu ekonomi keluarga,” ungkapnya.
Selain menekan angka pengangguran, industri tersebut diharapkan terus mendapat dukungan dari pemerintah agar dapat berkembang lebih pesat.
“Kami berharap ada kebijakan yang mendukung keberlanjutan industri rokok lokal agar manfaatnya semakin luas dirasakan oleh masyarakat,” tandasnya. ***
