SUMENEP, NEWS9 – Aksi kontroversial seorang Kepala Desa di Kabupaten Sumenep kembali memantik kemarahan publik.
Bukan tanpa alasan, langkah Kades Syamsul yang justru mengadu ke kepala daerah lain lewat siaran langsung TikTok dinilai sebagai tamparan keras bagi wibawa pemerintah daerahnya sendiri.
Peristiwa itu bermula saat Syamsul melakukan live TikTok bersama Bupati Situbondo yang dikenal dengan sapaan Mas Rio.
Dalam siaran itu, ia membahas persoalan krusial, mulai dari layanan ambulans hingga pemulangan jenazah warga dari luar negeri isu yang seharusnya diselesaikan di internal Pemerintah Kabupaten Sumenep.
Alih-alih mencari solusi di dalam rumahnya sendiri, Syamsul justru membuka dapur persoalan daerah ke publik luas.
Dampaknya, reaksi keras pun tidak terhindarkan.
Camat Ambunten, Suryadi Irawan, S.IP, MM, merespons singkat namun tegas.
“Besok saya panggil yang bersangkutan. Terima kasih atensinya,” ujarnya kepada media ini, Minggu (29/3).
Pernyataan singkat itu menjadi sinyal bahwa persoalan tersebut tidak dianggap sepele.
Langkah pemanggilan menjadi indikasi adanya evaluasi serius terhadap sikap sang kepala desa.
Di tengah sorotan tersebut, suara publik tidak kalah keras.
Sejumlah tokoh masyarakat menilai tindakan Syamsul bukan sekadar blunder komunikasi, melainkan bentuk kelalaian yang mencederai martabat daerah.
“Ini bukan sekadar soal TikTok. Ini soal harga diri. Pemerintah Sumenep seperti dipermalukan di ruang publik,” tegasnya.
Sementara itu, kontroversi tersebut membuka pertanyaan besar sejauh mana etika pejabat publik dalam menggunakan media sosial.
“Ketika panggung digital dijadikan tempat mengadu, maka yang dipertaruhkan bukan hanya citra pribadi, tetapi juga kehormatan institusi yang diwakili,” tandas tokoh masyarakat.
Sampai berita ini diterbitkan lagi, belum ada klarifikasi resmi dari Kades Tambaagung Barat Syamsul terkait polemik tersebut lantaran keterbatasan komunikasi. ***
