BeritaPendidikan

Kadisdik Sumenep Minta Sekolah Cek Ketat Menu MBG

178
Kadisdik Sumenep Minta Sekolah Cek Ketat Menu MBG
FOTO: Moh Iksan, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Sumenep, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengimbau seluruh pihak sekolah untuk melakukan pengecekan terlebih dahulu terhadap menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebelum dibagikan kepada siswa.

Langkah itu dinilai penting untuk memastikan makanan yang diterima benar-benar layak konsumsi dan tidak menimbulkan risiko kesehatan bagi peserta didik.

Kepala Disdik Sumenep, Moh Iksan, menegaskan bahwa sekolah memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas makanan yang disalurkan kepada siswa.

Menurutnya, pengecekan awal perlu dilakukan karena makanan yang datang kerap langsung dibagikan tanpa pemeriksaan.

“Sekolah harus cek dan ricek terlebih dahulu, memastikan apakah makanan tersebut layak dikonsumsi atau tidak,” ujar Iksan, Jumat (13/3).

Ia menjelaskan, pemeriksaan bisa dilakukan secara sederhana dengan melihat kondisi fisik makanan, mulai dari tampilan, aroma, hingga kebersihan dan kadaluarsanya.

Cara tersebut dinilai cukup efektif untuk mendeteksi kelayakan konsumsi.

“Lihat secara langsung sebelum diberikan kepada anak-anak. Jangan sampai makanan langsung dibagikan tanpa dicek,” tambahnya.

Iksan menegaskan, imbauan tersebut bukan untuk menghambat pelaksanaan program MBG, melainkan sebagai upaya memastikan program berjalan optimal dan benar-benar memberikan manfaat bagi siswa.

Program MBG sendiri merupakan salah satu langkah pemerintah dalam mendukung pemenuhan gizi anak sekolah.

Karena itu, lanjut dia, kualitas makanan harus tetap menjadi prioritas utama.

“Intinya, pastikan makanan itu aman dikonsumsi. Sebaiknya pihak sekolah melakukan pengecekan terlebih dahulu,” jelasnya.

Apabila dalam proses pemeriksaan ditemukan makanan yang tidak layak, pihak sekolah diminta tidak membagikannya kepada siswa.

Sekolah juga diimbau untuk segera berkoordinasi dengan penyedia makanan atau penanggung jawab program MBG.

“Jika memang tidak layak konsumsi, bisa dipertimbangkan untuk dikembalikan,” tegasnya.

Disdik berharap koordinasi antara sekolah, penyedia makanan, dan pihak terkait dalam program MBG dapat berjalan lebih baik.

“Dengan sinergi yang kuat, tujuan meningkatkan asupan gizi siswa dapat tercapai tanpa menimbulkan persoalan baru,” tandasnya. ***

Exit mobile version