BeritaPeristiwa

Malpraktik di RS Abuya Kangean: Pasien Buta Seumur Hidup, Aktivis Siap Gelar Aksi

906
Foto: Pasien berinisial M yang mengalami kebutaan permanen usai menjalani operasi katarak RS Abuya. @by_News9.id
Foto: Pasien berinisial M yang mengalami kebutaan permanen usai menjalani operasi katarak RS Abuya. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Dugaan kasus malpraktik medis yang mencuat di wilayah kepulauan Sumenep, Madura, Jawa Timur, kini menuai sorotan aktivis.

Seorang pasien berinisial M dikabarkan mengalami kebutaan permanen usai menjalani operasi katarak di Rumah Sakit Abuya Kangean.

Peristiwa itu memantik reaksi keras dari sejumlah elemen masyarakat, khususnya para aktivis pemerhati kepulauan.

Mereka menilai kejadian tersebut bukan sekadar kelalaian, melainkan bentuk kegagalan sistemik dalam tata kelola pelayanan kesehatan di daerah terpencil.

“Kami menilai ini bukan hanya persoalan teknis medis. Ini soal nyawa, masa depan, dan hak dasar warga yang diabaikan,” ujar Y, koordinator lapangan aksi, kepada News9.id, Jumat (4/4/2025), pukul 14.55 WIB.

Y dan kelompoknya kini tengah menyusun rencana aksi lanjutan, termasuk demonstrasi berjilid-jilid sebagai bentuk desakan agar kasus tersebut ditangani secara serius oleh aparat penegak hukum dan instansi terkait.

“Kami mendesak Polsek Kangean Arjasa segera menindaklanjuti kasus ini sesuai amanat Undang-Undang. Selain itu, kami meminta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep segera mencopot jajaran struktural RSUD Abuya serta mengevaluasi seluruh pihak yang bertanggung jawab,” tegas Y.

Ia menambahkan bahwa pelayanan medis harus dilandasi profesionalisme dan tanggung jawab, bukan dijalankan secara sembrono hingga mengorbankan hak hidup masyarakat.

“Kami berharap dan meminta kepada pihak yang berwenang tidak menutup mata atas tragedi ini,” pungkasnya.

Sementara itu, kasus tersebut kini menjadi perhatian publik dan diharapkan menjadi titik balik perbaikan layanan kesehatan di wilayah kepulauan yang selama ini dinilai termarjinalkan. ***

Exit mobile version