BeritaHukrim

Masalembu Rusak, Warga Teriak Oknum Polisi Diduga Terlibat Bandar Narkoba

656
FOTO: Resort Sumenep Sektor Masalembu, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, @by_News9.id
FOTO: Resort Sumenep Sektor Masalembu, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Dugaan keterlibatan dua anggota Polsek Masalembu, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dalam jaringan peredaran narkoba kini memicu kegaduhan di tengah masyarakat Pulau Masalembu.

Ruspandi, salah satu warga yang vokal, menilai keterlibatan aparat dalam bisnis barang haram itu bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi juga bentuk kehancuran total integritas moral institusi penegak hukum.

“Jangankan memberantas peredaran narkoba, untuk menindak bandar yang lokasi operasinya hanya berjarak sekitar 60 meter dari kantor Polsek saja mereka tidak berani. Ini jelas pembiaran!” tegasnya, Selasa (22/7/2025).

Menurutnya, peredaran narkoba di Pulau Masalembu masih dikendalikan oleh sejumlah pemain lama berinisial HR, AS, dan PK.

Spekulasi liar pun berkembang di tengah tokoh agama, pemuda, hingga warga setempat yang menduga kuat adanya beking langsung dari oknum aparat.

Yang lebih memprihatinkan, Ruspandi menyebut sikap Kapolsek Masalembu terkesan apriori terhadap persoalan tersebut.

Hal itu, lanjutnya, sama saja merusak visi dan misi Polri dalam pemberantasan narkoba dari akar rumput.

“Secara struktural, institusi Polri dirusak integritasnya oleh oknum Kapolsek dan dua anggotanya. Ini tamparan keras bagi Kapolri, Kapolda, hingga Kapolres. Kalau memang mau merusak Pulau Masalembu dengan barang haram demi memperkaya diri, lebih baik keluar dari pulau kami!” teriaknya lantang.

Hingga kini, warga terus mendesak pimpinan Polri menindak tegas siapapun yang terlibat tanpa pandang bulu.

Penegakan hukum, kata mereka, jangan hanya tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas.

Untuk diketahui, berdasarkan informasi yang dihimpun News9.id, bahwa jual beli barang haram tersebut perhari ini masih tetap dilakukan dan membuktikan bahwa peredaran narkoba di Masalembu tak kan pernah musnah.

Sementara itu, Kapolsek Masalembu, Ipda Asnan, saat dikonfirmasi awak media membantah adanya pembiaran dan menyebut bahwa pihaknya masih terus melakukan penyelidikan.

“Saya terus melakukan lidik di wilayah hukum Polsek Masalembu, termasuk memeriksa anggota saya. Tapi hasilnya sejauh ini belum ditemukan peredaran narkoba. Kita harus penuhi dua alat bukti. Kalau tidak ada barangnya, bagaimana kita bisa lakukan penegakan hukum?,” singkatnya. ***

Exit mobile version