BeritaPemerintahan

Mesin Daur Ulang Rp2,8 Miliar Mangkrak, DPRD Sumenep Desak DLH Segera Bertindak

335
Foto: Anggota Komisi III DPRD Sumenep, Akhmadi Yasid, (bertopi) saat inspeksi mendadak (sidak) ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Batuan. @by_News9.id
Foto: Anggota Komisi III DPRD Sumenep, Akhmadi Yasid, (bertopi hitam) saat inspeksi mendadak (sidak) ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Batuan. @by_News9.id

SUMENEP, News9 – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Batuan, Rabu (8/1/2025).

Sidak ini difokuskan pada pengecekan operasional mesin daur ulang sampah yang telah menyerap anggaran lebih dari Rp2,8 miliar.

Sayangnya, hingga awal tahun 2025, mesin tersebut belum dapat dioperasikan.

Anggota Komisi III DPRD Sumenep, Akhmadi Yasid, yang memimpin sidak, menjelaskan bahwa mesin tersebut dirancang untuk mengatasi permasalahan pengelolaan sampah sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sumenep.

Namun, hasil inspeksi mengungkapkan adanya kendala teknis pada jaringan listrik yang belum siap mendukung kebutuhan energi besar untuk operasional mesin.

“Kami melihat jaringan listrik di lokasi ini belum memenuhi kebutuhan operasional mesin. Padahal alat ini dirancang untuk memberikan manfaat besar, tidak hanya dalam pengelolaan sampah, tetapi juga untuk memproduksi pupuk kompos yang bernilai ekonomis,” kata Yasid saat ditemui awak media.

Yasid menegaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan pengelolaan sampah di Sumenep.

Mesin tersebut diharapkan mampu mengolah sampah harian yang terus bertambah serta mengurangi timbunan sampah lama di TPA.

Selain itu, mesin ini juga dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi kabupaten.

“Teknologi ini mengubah sampah menjadi peluang. Selain mengurangi limbah, alat ini mampu menghasilkan produk bernilai ekonomis seperti pupuk kompos, yang tentu saja dapat meningkatkan PAD dan memberi manfaat langsung kepada masyarakat,” jelas Yasid.

DPRD mendorong Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk segera menyelesaikan permasalahan teknis terkait jaringan listrik.

Menurut Yasid, hambatan ini harus segera diatasi agar mesin dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami berharap DLH bergerak cepat. Program ini sudah dirancang dengan sangat baik, tetapi tanpa operasional yang optimal, manfaatnya tidak akan terasa. Oleh karena itu, kendala teknis ini harus segera diselesaikan,” tegas Yasid.

Dalam kesempatan itu, Yasid juga menyampaikan bahwa DLH telah mempersiapkan tim khusus yang telah menjalani pelatihan untuk mengoperasikan mesin tersebut.

Ia menekankan pentingnya profesionalisme dalam pengelolaan alat tersebut agar hasilnya maksimal.

“Mesin ini memerlukan penanganan yang serius dan profesional. Tim dari DLH sudah dilatih, sehingga kami optimis operasionalnya nanti akan berjalan dengan baik,” ujar politisi PKB tersebut.

Yasid menutup pernyataannya dengan optimisme bahwa mesin daur ulang ini akan menjadi solusi jangka panjang dalam penanganan sampah di Sumenep.

Dirinya berharap keberadaan alat tersebut dapat memulai era baru pengelolaan limbah yang modern, efisien, dan ramah lingkungan.

“Kami berharap alat ini segera berfungsi, karena selain mengatasi persoalan sampah, ini juga peluang ekonomi besar bagi Sumenep. Investasi ini sangat strategis, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi,” pungkasnya. ***

Exit mobile version