SUMENEP, NEWS9 – Di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap tanpa saringan, Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Sumenep, Madura, memilih turun langsung ke dunia pendidikan.
Melalui kegiatan Mimbar Jurnalistik dan penyerahan hibah 50 eksemplar buku, PWRI berupaya menumbuhkan budaya baca sekaligus memperkuat nalar kritis generasi muda.
Kegiatan tersebut digelar di lingkungan Lembaga Pendidikan Islam Ar-Roqy, Desa Gadu Barat, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN).
Ketua PWRI Sumenep, Rusydiyono, menegaskan bahwa kegiatan itu bukan sekadar seremonial HPN, melainkan bentuk tanggung jawab moral pers terhadap dunia pendidikan dan masa depan literasi.
“Pers tidak cukup hanya menyampaikan informasi. Pers punya kewajiban mencerdaskan kehidupan bangsa. Mimbar jurnalistik ini kami hadirkan agar pelajar memahami cara kerja pers dan tidak mudah terjebak informasi keliru,” ujar Rusydiyono, Selasa (10/2).
Menurutnya, di era banjir informasi seperti saat ini, kemampuan membaca secara kritis dan memilah kebenaran menjadi kebutuhan mendesak.
Karena itu, pelajar perlu dibekali pemahaman dasar jurnalistik agar tidak menjadi korban hoaks dan manipulasi informasi.
Selain sesi edukasi jurnalistik, PWRI Sumenep juga menyerahkan hibah buku untuk memperkaya koleksi bacaan sekolah.
Langkah tersebut dinilai penting di tengah menurunnya minat baca akibat dominasi gawai dan media sosial.
Rusydiyono, yang juga alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-guluk, menekankan bahwa buku tetap menjadi fondasi utama pembentukan karakter dan intelektualitas pelajar.
“Buku adalah sumber pengetahuan yang tidak tergantikan. Kami berharap hibah ini mendorong kebiasaan membaca sejak dini serta melahirkan pelajar yang kritis dan beretika dalam mengonsumsi informasi,” tegasnya.
PWRI Sumenep, lanjut dia, berkomitmen untuk terus bersinergi dengan lembaga pendidikan dan elemen masyarakat dalam menggerakkan literasi sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia.
Sementara itu, Tenaga Ahli Bupati Sumenep Bidang Kebudayaan dan Iptek, Ibnu Hajar, mengapresiasi langkah PWRI Sumenep yang dinilai konsisten mendorong literasi hingga ke wilayah pelosok.
“Gerakan literasi seperti ini adalah investasi jangka panjang. PWRI Sumenep telah mengambil peran strategis dengan menyasar lembaga pendidikan di daerah,” ujarnya.
Ibnu Hajar berharap kegiatan serupa dapat dijadikan agenda rutin dan mendapat dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak.
“Kami siap mendukung penuh agar gerakan literasi ini terus berjalan dan memberi dampak nyata bagi masa depan generasi Sumenep,” pungkasnya. ***
