BeritaHukrim

Narkoba Masalembu: Polisi Membisu, Dugaan Upeti Kembali Mencuat

127
Narkoba Masalembu: Polisi Kembali Membisu, Dugaan Upeti Mencuat
FOTO: Kapolsek Masalembu, Ipda Asnan, dan (ilustrasi) bandar narkoba. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Peredaran narkoba di Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, tidak hanya mengkhawatirkan.

Jaringan bandar disebut-sebut tidak hanya menguasai wilayah lokal, tetapi juga mulai merambah pulau-pulau lain di sekitarnya.

Kondisi tersebut sangat memicu kegelisahan warga khususnya Kecamatan Masalembu.

Mereka menilai peredaran barang haram tersebut berlangsung masif tanpa penindakan berarti dari aparat penegak hukum.

“Saat masyarakat mendengar nama narkoba yang mengapung di Kepulauan Masalembu, seolah pulau ini berada di ambang kehancuran. Peredarannya begitu masif, tapi belum tersentuh hukum. Paradigma yang muncul, narkoba meningkat sementara aparat kepolisian membisu,” kata NL, tokoh pemuda Masalembu, Sabtu (28/3/2026).

NL bahkan menyinggung adanya dugaan kuat keterlibatan oknum aparat.

Ia menyebut, muncul kecurigaan di tengah masyarakat terkait praktik upeti yang diduga mengalir kepada oknum tertentu.

“Artinya, ada dugaan upeti ke salah satu oknum aparat di wilayah Masalembu,” tegasnya.

Menurut NL, jika aparat kepolisian dari tingkat Polsek hingga Polres serius melakukan penyisiran terhadap bandar narkoba, maka peredaran tersebut bisa ditekan.

Namun, ia menilai langkah yang ada selama ini hanya sebatas wacana tanpa aksi nyata seolah-olah perlu diajari lagi menggunakan logikanya masyarakat awam.

“Kalau hanya jadi wacana di atas kertas, itu justru menutup celah busuk kinerja aparat. Dugaan masyarakat berpotensi benar, ada keterlibatan oknum. Logikanya jaringan ini sudah jelas-jelas ada, tapi aparat masih belum bisa bertindak tegas,” ujarnya.

Ironisnya, aktivitas transaksi narkoba disebut tetap berlangsung bahkan di bulan suci Ramadan.

Alih-alih mereda, sambung dia, peredaran justru diklaim semakin meningkat pasca Hari Raya Idul Fitri.

“Di bulan Ramadan saja transaksi masih berjalan. Setelah Lebaran malah meningkat signifikan. Ini harus jadi perhatian serius. Kapolres Sumenep yang baru dan Kapolsek Masalembu perlu diperiksa,” tandas NL.

Ia juga mendesak perhatian langsung dari @Presiden Prabowo Subianto, @Kapolri, Listyo Sigit Prabowo, mengingat narkoba merupakan ancaman serius bagi masa depan bangsa.

Di sisi lain, masyarakat Kepulauan Masalembu mengaku resah.

“Desa Kramian ada juga banyak pendatang kerja dari luar Makai juga bebas soalnya gak ada Polisi yang jaga,” ucap warga lainnya.

Peredaran narkoba disebut terjadi secara terang-terangan, memicu kekhawatiran terhadap generasi muda yang rentan terjerumus.

“Bandar menjual secara terbuka. Kami cemas, anak-anak kami tergiur budaya rusak yang mereka bawa dan seolah memang dibiarkan oleh aparat penegak hukum, khususnya Kapolsek Masalembu, Ipda Asnan,” ungkapnya.

Sampai saat ini, masyarakat menilai kinerja aparat di wilayah tersebut belum maksimal.

Mereka bahkan menuding aparat terkesan membuta dan membisu menghadapi situasi yang kian darurat.

Hingga berita ini diterbitkan lagi, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait tudingan yang dilontarkan masyarakat. ***

Exit mobile version