BeritaPeristiwa

Panitia Ritmik Madura Bungkam, Semangat ‘Sumenepku Bersih’ Tercederai

1092
Flyer Ritmik Madura 2025 yang digelar di depan Pendopo Keraton Sumenep, @by_News9.id
Flyer Ritmik Madura 2025 yang digelar di depan Pendopo Keraton Sumenep, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Ritmik Madura yang dijadwalkan digelar Sabtu malam, 14 Juni 2025 di depan Pendopo Keraton Sumenep, kembali menuai sorotan tajam.

Kegiatan yang semestinya menjadi ruang ekspresi seni itu justru dinilai kontraproduktif terhadap semangat program “Sumenepku Bersih” yang tengah digalakkan Pemerintah Kabupaten Sumenep.

Ironisnya, Ketua pelaksana kegiatan, Didit, saat dikonfirmasi News9.id, memilih bungkam tanpa memberikan keterangan apa pun.

Sikap diam tersebut kian memperkuat dugaan bahwa penyelenggaraan acara tersebut dilakukan tanpa mempertimbangkan aspek kebersihan dan koordinasi dengan pihak terkait.

Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep secara tegas mengungkap hingga saat ini tidak ada pemberitahuan resmi dari panitia penyelenggara, terutama terkait penanganan kebersihan sebelum, selama, dan setelah acara berlangsung.

“Kami dari DLH tidak menerima surat atau pemberitahuan resmi dari panitia. Padahal idealnya, surat masuk minimal H-2 sebelum pelaksanaan. Acara besar lainnya bahkan sudah bersurat ke kami sebulan sebelumnya,” tegas Jamil, Koordinator Kebersihan DLH Sumenep.

Jamil menilai, absennya koordinasi tersebut berpotensi memicu masalah lingkungan seperti penumpukan sampah dan kekumuhan pasca acara.

“Kalau tidak ada koordinasi seperti ini, siapa yang bertanggung jawab kalau area bekas acara jadi kotor dan tidak terurus?” tambahnya.

Dia juga menegaskan kondisi itu mencederai komitmen Pemkab Sumenep dalam menjadikan “Sumenepku Bersih” sebagai identitas kota yang tertib, sehat, dan peduli lingkungan.

“Kalau mau bikin acara, harusnya pikir juga dampaknya. Jangan hanya euforianya saja yang diurus,” sindir Jamil.

Di sisi lain, publik pun mulai mempertanyakan keseriusan panitia dalam menyukseskan acara budaya tersebut.

Terutama soal tanggung jawab sosial dan lingkungan yang semestinya menjadi bagian penting dari setiap kegiatan publik. ***

Exit mobile version