BeritaPendidikan

Pelatihan SPAB–Psikososial Dongkrak Kesiapsiagaan, Sumenep Mantapkan Sekolah Tanggap Bencana

136
Pelatihan SPAB–Psikososial Dongkrak Kesiapsiagaan, Sumenep Mantapkan Sekolah Tanggap Bencana
FOTO: Anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS). @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS) memberikan apresiasi tinggi atas pelaksanaan Pelatihan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dan Psikososial yang digelar oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), bekerja sama dengan BPBD Sumenep.

Pelatihan yang berlangsung selama dua hari di Hotel Bintang Jaya tersebut dinilai sangat penting untuk memperkuat kesiapsiagaan guru dan siswa, terutama di wilayah yang memiliki kerawanan bencana.

Anggota DPKS, Ahmad Nawawi, menegaskan bahwa materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan sekolah-sekolah saat ini.

Menurutnya, kemampuan mitigasi bencana dan penanganan psikososial bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak.

“Kami mengapresiasi pelatihan ini dan bersyukur karena ditempatkan di Kabupaten Sumenep. Kita tidak bisa memprediksi kapan bencana terjadi. Karena itu, kesiapsiagaan harus dimulai sejak sekarang, terlebih bagi wilayah yang rawan,” ujarnya, Minggu (16/11/2025).

Nawawi menambahkan, pelatihan tersebut mendorong sekolah-sekolah di Sumenep untuk tidak hanya menunggu bencana terjadi, tetapi juga memahami langkah-langkah penanganan sejak dini.

“Sumenep melangkah maju! Pelatihan SPAB dan Psikososial ini mencetak agen perubahan dari tingkat SD hingga SMA/SMK. Dengan pemahaman mitigasi dan kemampuan psikososial, sekolah-sekolah siap berada di garis depan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Nawawi berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada satu pelatihan saja.

Ia menekankan perlunya kesinambungan program serta implementasi nyata di masing-masing sekolah.

“Kami berharap pelatihan seperti ini terus berlanjut, tidak hanya sekali. Yang terpenting, ada tindak lanjut sehingga hasil pelatihan benar-benar dipraktikkan di sekolah masing-masing,” pungkasnya. ***

2

Exit mobile version