SUMENEP, News9 – Pilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sumenep telah usai dengan berbagai dinamika yang mengitari dan segala pernak pernik Demokrasi yang menghiasi toh akhirnya Pilkada berjalan lancar sukses dan tentunya “Damai“.
Di setiap perhelatan kontestasi politik Sumenep memang cenderung lebih terbuka dan lebih dekat dengan Nuansa Demokrasi dan rasa amannya daripada daerah-daerah lain di Madura meskipun memang dibanyak sisi masih tetap serupa.
Hal ini karena Sumenep mamang meiliki IPM yang lebih bagus jika dibandingkan dari daerah lain di Madura, dimana ini bisa dijadikan salahsatunya tingkat melek huruf dan pendidikan yang juga lebih baik.
Tingkat Pendidikan dan pengetahuan masyarakat memiliki andil besar dalam memaknai Demokrasi khususnya dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati.
Trnasformasi pengetahuan, Budaya dan Pemikiran yang terbuka juga menjadi piranti pendewasaan politik masyarakat.
Faktor-Faktor determinan yang dahulu menjadi penopang utama dalam meraih suara dan menjadi alat memburu pilihan (Vote Hunter) seperti Patronise Pthernalis menjadi semakin kurang berpengaruh dalam Ajang “Vote getter“.
Apakah hal ini menjadi penanda matinya Politik Patronais-Pathernalis?
Tentu belum ke arah itu namun secara perlahan menuju ke arah Pilihan Logis dan tentu Logistik.
Pilihan “Logis dan Lgistik” sepertinya menjadi sangat penting sebagai basis pikiran sadar masyarakat dalam menentukan pilihan.
Contohnya sebagus apapun Visi dan Misi calon dan sehebat apapun kecaman dan serangan terhadap lawan jika tak dibarengi dengan hal materiil “Logis dan Logistik” Sepertinya akan sedikit sia-sia belaka.
Budaya Masyarakat sumenep yang santun halus berbahsa dan tatakrama “Keraton” belum cocok dipengaruhi dengan cara-cara bercorak Bar-bar, Kasar dan bernuansa “Ekstrimis“.
Penggunaan adegium kampanya yang cenderung menyerang dan kadang sedikit tendensius tidak menjadi menambah simpati masyarakat malah menjadi kontrproduktif dan menjadi bomerang pelemahan pihaknya sendiri dan hal ini kita perhatikan sdh terbukti dalam beberapa perhelatan pilkada di Sumenep.
Ketokohan dan sepak terjang para Calon memang akan mengangkat angka Popularitasnya tapi belum tentu berbandibg lurus denga tingkat elektabilitasnya.
Mengacu kepada pilkada Kabupaten Sumenep 2024 ini jika dilihat dari tingkat Popularitas kedua Paslon adalah sama-sama kuat karena keempat orang yang menjadi peserta adalah orang lama dan sudah sama dikenal oleh Publik.
Di kubu FAHAM, Fauzi-Imam adalah dua tokoh publik yang sudah lama diranah Politik Fauzi sebagai Wabup dan Bupati incumben dan Kiai Imam Hasyim sebagai Ketua Cabang Partai besar, PKB, Mantan Ketua DPRD.
K. Ali Fikri ketua DPC PPP dan sdh 2 kali mencolonkan sebagai Cabup-Cawabup di Sumenep serta K. Unais AH, Politisi PKB, Peenah menjadi Anggota DPRD hingga DPR RI jadi secara Popularitas 11/12.
Tapi sekali lagi keputusan memilih itu dipengaruhi banyak indikator dan yang Dominan adalah Menentukan Pilihan karena alasan “LOGIS dan LOGISTIG“.
Jadi kalau mau terjun ke Dunia Politik wajib mempertimbangkan Alasan LOGISnya dan Dasar LOGISTIKnya, Kalau Logis saja tanpa Logistik siap-siap untuk kalah.
Pas Tak Parcejeeh (Tidak Percaya) …????
