BeritaHukrim

Pulau Masalembu Disulap Jadi Sarang Narkoba, Kapolri Didesak Turun Tangan

427
Flyer bertuliskan dibuka pasar bebas narkoba di pulau Masalembu, Sumenep. @by_News9.id
Flyer didepan Mapolres Sumenep bertuliskan dibuka pasar bebas narkoba di pulau Masalembu, Kapolri, Kapolda, Kapolres dan Kapolsek tak berani memberantas. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Selamat datang di Pulau Masalembu, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, sebuah pulau kecil yang kini dikenal sebagai “kampung narkoba” sekaligus pasar bebas barang haram.

Ironisnya, hingga kini tidak ada yang benar-benar berani membongkar praktik melawan hukum tersebut.

Pengacara nasional, ABD Rahman Suhu, SH, MH, menegaskan bahwa peredaran narkoba di Pulau Masalembu bukan lagi isu baru.

“Dari dulu, transaksi narkoba di Masalembu sudah jadi hal biasa. Warga pun menyebutnya kampung narkoba karena peredaran narkoba dilakukan terang-terangan, bahkan masif. Seluruh warga tahu, tapi pertanyaannya kapan penegak hukum mau benar-benar membasmi para pelaku?” tegas Rahman, Rabu (9/7/2025).

Menurutnya, Kapolri, Kapolda Jawa Timur, hingga Kapolres Sumenep harus lebih serius menuntaskan peredaran narkoba di pulau yang disulap menjadi sarang narkoba tersebut.

Ia menilai, dengan kemampuan intelijen yang dimiliki, seharusnya tidak sulit mengungkap jaringan pengedar di pulau kecil seperti Masalembu.

“Ini pulau kecil. Masa polisi tidak bisa mengungkap siapa saja pelaku kejahatan yang merusak negara? Saya melihat penanganan masih setengah hati dan kurang agresif menjalankan perintah Bapak Presiden Prabowo Subianto yang tegas memerangi narkoba,” tandasnya.

Lebih miris lagi, kata Rahman, lokasi transaksi narkoba bahkan hanya berjarak sekitar 60 meter dari kantor Polsek Masalembu.

“Setiap hari orang keluar masuk ke rumah itu untuk bertransaksi. Warga Masalembu dirusak oleh butiran pasir putih yang meracuni pikiran dan tubuh mereka,” ungkapnya.

Rahman menegaskan, warga Masalembu bersama dirinya akan terus bersuara, mendesak aparat penegak hukum agar tidak diam seribu bahasa.

“Kapolri, Kapolda, dan Kapolres Sumenep harus turun tangan lebih maksimal. Pulau Masalembu jangan dibiarkan hancur oleh sindikat narkoba. Korbannya adalah seluruh masyarakat di pulau ini, sementara yang untung hanya para pengedar,” pungkasnya. ***

2

Exit mobile version