BeritaHukrim

Sudah Dimapping, Bandar Narkoba di Masalembu Makin Menggila

249
Sudah Dimapping, Bandar Narkoba di Masalembu Makin Menggila
FOTO: IPDA Asnan, Kapolsek Masalembu, (kiri) bersama Kapolres Sumenep yang baru AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K. (kanan). @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Ironi hukum kian telanjang di Kepulauan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Saat pemberitaan soal peredaran narkoba semakin masif, justru dalam dua pekan terakhir bisnis barang haram itu dikabarkan kian menggila.

Bandar tidak ciut, jaringan tidak bubar. Sebaliknya, transaksi berlangsung terang-terangan, nyaris tanpa rasa takut.

Kapolres Sumenep yang baru menjabat pun dinilai publik hanya menjadi bayangan di dinding. Ada, tapi seolah tak berfungsi.

Peredaran narkoba disebut berjalan setiap hari, bahkan kini merambah wilayah baru di kawasan Kampung Gunung Untung.

Tidak lagi terpusat di satu titik, melainkan menyebar seperti wabah sulit dilacak, namun nyata dirasakan masyarakat.

“Mengapa sampai hari ini Masalembu tak pernah benar-benar tersentuh operasi serius pemberantasan narkoba. Apakah pulau ini sengaja dibiarkan hancur perlahan? Di mana negara yang katanya berdiri di garis depan perang melawan narkoba? Mengapa yang tampak justru pembiaran, bahkan dugaan perlindungan terhadap pelaku kejahatan,” tegas Burhan, tokoh pemuda Masalembu, kepada News9.id, Kamis (15/1/2026).

Harapan masyarakat kian menipis, bahkan isu keterlibatan oknum aparat dalam pusaran transaksi narkoba menjadi bisik-bisik yang makin lantang dan hukum seolah kehilangan taring dan perlahan berpihak pada kehancuran.

Peredaran narkoba di Masalembu ini bukan lagi ancaman laten, melainkan bencana nyata yang merusak generasi.

Sementara tidak ada lagi yang bisa dibanggakan warga jika narkoba terus merajalela. Bahkan ancaman itu kini menyasar keluarga mereka sendiri.

“Anak-anak muda menjadi target empuk. Para orang tua hidup dalam kecemasan, khawatir anaknya tergoda barang haram yang kini seakan mudah didapat.

Ironisnya, meski pengedar telah diberitakan dan bahkan dilaporkan, tidak satu pun menunjukkan rasa gentar.

“Sampai saat ini, tidak ada tanda ingin berhenti. Justru sebaliknya, mereka dengan pongah mempromosikan bahwa barang masih banyak di Masalembu,” ungkap Burhan.

“Kami pun bertanya ke mana ratusan personel Polres Sumenep? Mengapa tidak satu pun nyali aparat terlihat untuk menindak kejahatan luar biasa ini,” imbuhnya.

Kini, masyarakat Masalembu hanya menunggu satu hal yaitu keberanian nyata Kapolres Sumenep yang baru. Bukan seremonial, bukan janji, melainkan tindakan tegas untuk menangkap dan membongkar jaringan narkoba yang telah merusak masa depan anak-anak muda Masalembu.

“Jika negara dan aparat penengak hukum terus absen, maka sejarah akan mencatat Masalembu hancur bukan karena narkoba semata, tapi karena pembiaran,” tandas Burhan.

Sementara itu, Kapolsek Masalembu bersama anggota saat menemui redaksi News9.id waktu lalu mengatakan sudah melakukan mapping, namun hingga saat ini pun nama-nama para bandar yang telah disetorkan ke Polres Sumenep belum juga tertangkap. ***

Exit mobile version