BeritaDaerah

Tambelangan Gelar Rakor PKG Sekolah dan Strategi Eliminasi Kusta

259
FOTO: Rapat Koordinasi Program Kesehatan di Sekolah (PKG) sekaligus percepatan eliminasi penyakit kusta tingkat kecamatan. @by_News9.id
FOTO: Rapat Koordinasi Program Kesehatan di Sekolah (PKG) sekaligus percepatan eliminasi penyakit kusta tingkat kecamatan. @by_News9.id

SAMPANG, NEWS9 – Komitmen bersama untuk mewujudkan generasi sehat dan bebas dari penyakit kusta terus diperkuat.

Bertempat di Pendopo Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Rabu (23/7), dilangsungkan Rapat Koordinasi Program Kesehatan di Sekolah (PKG) sekaligus percepatan eliminasi penyakit kusta tingkat kecamatan.

Acara dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, diantaranya Camat Tambelangan Samsul Bahri, S.I., M.M., S.I., Sekcam Haris Ramadhan, S.STP., M.Si., Kapolsek AKP Tomo, S.Pd., Danramil Letda Inf. Ali Murdani, Korbiddikcam H. Ach. Fariji, S.Pd., M.M.Pd.

Hadir pula pada kesempatan tersebut Kepala KUA Tambelangan Nur Holis, S.Ag., Korluh BPP Wahyudi, S.P., para kepala sekolah, pengawas pendidikan, tenaga kesehatan dari Puskesmas Tambelangan, serta sejumlah kepala desa dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Camat Samsul Bahri menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjalankan program kesehatan di sekolah.

“Rakor ini bertujuan menyamakan persepsi dan mengintegrasikan Program Kesehatan di Sekolah dengan upaya percepatan eliminasi penyakit kusta yang masih menjadi perhatian di beberapa wilayah,” tegasnya.

Rakor ini juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran sekolah sebagai ujung tombak edukasi kesehatan.

Dalam sesi pemaparan, pihak Puskesmas menyampaikan strategi percepatan eliminasi kusta melalui pendekatan edukatif di lingkungan sekolah, peningkatan deteksi dini, serta pelibatan aktif para guru dalam kampanye hidup bersih dan sehat.

Kepala Puskesmas Tambelangan, dr. Bustanul Arifin, menyebutkan bahwa keterlibatan sekolah sangat vital dalam membentuk kesadaran siswa dan masyarakat tentang bahaya serta penanganan penyakit kusta.

“Pencegahan dan deteksi dini akan lebih efektif bila dimulai dari lingkungan sekolah. Peran guru dan tenaga pendidik sangat diperlukan dalam proses ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, dr. Bustanul juga menyampaikan bahwa program PKG ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan di tingkat kabupaten bersama Menteri Kesehatan RI.

Pemerintah Kabupaten Sampang, di bawah kepemimpinan Bupati Slamet Junaidi, menargetkan eliminasi kusta tuntas pada tahun 2029, satu tahun lebih cepat dari target nasional yang ditetapkan Menteri Kesehatan pada 2030.

Program ini rencananya akan menyasar siswa berusia 7 hingga 17 tahun, baik dari sekolah formal maupun nonformal(Lembaga Pendidikan Agama) maupun Ponpes.

Selain sektor pendidikan, percepatan eliminasi kusta juga membutuhkan dukungan dari Forkopimcam, perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pemuda di setiap wilayah.

Dengan sinergi berbagai pihak, besar harapan bahwa target bebas kusta di Kabupaten Sampang pada 2029 dapat tercapai sesuai rencana, demi mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. ***

Exit mobile version