BeritaPeristiwa

Tegur Pesta Miras di Depan TK Pertiwi, Anggota Satpol PP Banyuwangi Dikeroyok Sekelompok Pemuda

202
Tegur Pesta Miras di Depan TK Pertiwi, Anggota Satpol PP Banyuwangi Dikeroyok Sekelompok Pemuda
FOTO: Pengeroyokan oleh sekelompok pemuda di depan TK Pertiwi Banyuwangi, kawasan Pendopo Sabha Swagata Blambangan, @by_News9.id

BANYUWANGI, NEWS9 – Insiden kekerasan terhadap aparat penegak perda terjadi di pusat kota. Seorang anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Banyuwangi dilaporkan menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok pemuda di depan TK Pertiwi Banyuwangi, kawasan Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Minggu (15/3/2026) dini hari.

Peristiwa tersebut bermula saat petugas Satpol PP yang tengah menjalankan patroli rutin mendapati sejumlah pemuda berkumpul di trotoar depan sekolah sambil mengonsumsi minuman keras.

Lokasi tersebut berada di area fasilitas pendidikan yang seharusnya steril dari aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Petugas kemudian memberikan teguran secara persuasif agar para pemuda tersebut membubarkan diri. Namun, teguran itu justru memicu emosi beberapa orang yang diduga dalam kondisi mabuk. Situasi dengan cepat berubah menjadi keributan.

Menurut informasi yang dihimpun, beberapa pemuda tiba-tiba menyerang petugas.

Korban disebut sempat dipukul dan ditendang secara bersama-sama hingga mengalami luka memar di beberapa bagian tubuh.

Keributan di kawasan pendopo itu sempat menarik perhatian warga yang melintas.

Situasi baru dapat dikendalikan setelah aparat dari Kepolisian Negara Republik Indonesia datang ke lokasi dan membubarkan kelompok pemuda tersebut.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Banyuwangi, Yoppy Bayu Irawan, membenarkan adanya insiden pengeroyokan tersebut.

Ia menegaskan bahwa petugas hanya menjalankan tugas menjaga ketertiban umum di kawasan publik.

“Petugas kami saat itu sedang melakukan patroli dan menegur sekelompok pemuda yang mengonsumsi minuman keras di depan fasilitas pendidikan. Teguran tersebut justru direspons dengan tindakan kekerasan,” ujar Yoppy.

Ia menyayangkan peristiwa tersebut dan menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap aparat tidak dapat dibenarkan.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan kepolisian agar para pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Kasus ini sudah kami serahkan kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti. Kami berharap ada efek jera agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius, mengingat lokasi kejadian berada di kawasan ikon pemerintahan Banyuwangi yang selama ini dikenal sebagai pusat aktivitas masyarakat. ***

Exit mobile version