Ketua HKTI Lumajang Kritisi Konsep Kartu Pupuk Subsidi Paslon 01

- Redaktur

Kamis, 21 November 2024 - 19:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Iskhak Subagio, Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Lumajang, @by_News9.id

Foto: Iskhak Subagio, Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Lumajang, @by_News9.id

LUMAJANG, News9 – Pupuk merupakan elemen penting dalam menunjang keberhasilan petani. Sebagai bentuk keberpihakan terhadap petani kecil dengan lahan kurang dari 2 hektare, pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran besar untuk subsidi pupuk.

Untuk memastikan penyaluran yang tepat sasaran, pemerintah telah menerapkan sistem berbasis teknologi, seperti aplikasi Ipubers yang mengintegrasikan data petani dengan pengecer resmi PT Pupuk Indonesia.

Namun, adanya usulan dari Paslon 01 yang menawarkan konsep Kartu Pupuk Subsidi menuai kritik dari berbagai pihak.

Menurut Iskhak Subagio, Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Lumajang sekaligus Ketua Asosiasi Petani Pangan Indonesia Jawa Timur, usulan tersebut dinilai tidak relevan dengan kebijakan pemerintah pusat yang saat ini berfokus pada penyederhanaan mekanisme penyaluran pupuk.

“Saya menghargai niat baik dari Paslon 01, tetapi konsep kartu pupuk subsidi ini tidak sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang telah memangkas aturan berbelit demi kemudahan petani. Saat ini, petani cukup membawa KTP elektronik untuk mendapatkan pupuk subsidi. Jika ditambah kartu lagi, justru akan menimbulkan kerancuan dan tidak sesuai dengan aturan yang ada,” jelas Iskhak.

Iskhak menambahkan, dengan sistem Ipubers, data penyaluran pupuk terekam otomatis dan diverifikasi secara elektronik setiap bulan.

Baca Juga:  Sahabat Muda AF Konsolidasi Dukung Pasangan FAHAM di Pilkada Sumenep 2024

Sistem ini meminimalisir potensi penyelewengan karena pengecer hanya dapat melakukan transaksi berdasarkan data petani yang terdaftar dalam e-RDKK. Jika terjadi pelanggaran, pengecer dapat dikenakan sanksi hingga harus membayar pupuk dengan harga nonsubsidi.

“Di Lumajang, sudah ada pengecer yang terkena klaim hingga puluhan juta rupiah karena penyaluran pupuknya tidak sesuai aturan. Sistem ini jauh lebih efektif dibandingkan konsep kartu tambahan yang justru mengundang kebingungan di kalangan petani,” lanjutnya.

Menurut laporan dari kelompok tani dan pengecer di Lumajang, konsep Kartu Pupuk Subsidi Paslon 01 justru dianggap berpotensi memperlambat distribusi pupuk dan menimbulkan kegaduhan.

“Saya berharap semua pihak lebih memahami kebutuhan petani saat ini. Jika kebijakan yang diusung tidak sesuai dengan perkembangan sistem, maka akan berpotensi merugikan petani dan menimbulkan polemik baru,” pungkas Iskhak. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PSI Lumajang Bantah Mosi Tak Percaya, Ketua Harian: Mereka Bukan Pengurus DPC
Diterima Semua Kalangan, Muchlis Yakin Ra Fahmi Mampu Bawa PKB Menang
PDIP Sumenep Perkuat Barisan dan Pasang Target 15 Kursi DPRD
Dr. Zein: Mengalihkan Pilkada ke DPRD adalah Kemunduran Konstitusional
Mesin Politik PSI Sumenep Resmi Mulai Kerja
Sistem Pilkada Ditangan DPRD, Demokrat Tetap Satu Barisan dengan Presiden Prabowo
Eva Hestiyawati Jadi Calon Tunggal Ketua DPD Golkar Banyuwangi 
Said Kembali Nahkodai PDIP Jatim, Target 5 Juta Suara dan 50 Ribu Startup Dipatok
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 19:35 WIB

PSI Lumajang Bantah Mosi Tak Percaya, Ketua Harian: Mereka Bukan Pengurus DPC

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:04 WIB

Diterima Semua Kalangan, Muchlis Yakin Ra Fahmi Mampu Bawa PKB Menang

Minggu, 26 April 2026 - 21:13 WIB

PDIP Sumenep Perkuat Barisan dan Pasang Target 15 Kursi DPRD

Senin, 19 Januari 2026 - 17:48 WIB

Dr. Zein: Mengalihkan Pilkada ke DPRD adalah Kemunduran Konstitusional

Rabu, 7 Januari 2026 - 21:01 WIB

Mesin Politik PSI Sumenep Resmi Mulai Kerja

Berita Terbaru

FOTO: (ilustrasi) Karnaval HUT RI di Kecamatan Batang-Batang. @by_News9.id

OPINI

Karnaval Agustusan Apa Untungnya Bagi Negara?

Minggu, 16 Agu 2026 - 15:05 WIB

FOTO: (ilustrasi) massa saat menurunkan bendera Merah Putih, menggantinya dengan bendera Bulan Bintang, @by_News9.id

OPINI

Perlunya Memaafkan Rakyat Aceh (?)

Minggu, 16 Agu 2026 - 14:39 WIB