Tuntut Keadilan, GMNI dan PMII Sumenep Desak Hukuman Maksimal Guru PNS Cabul

- Editorial Team

Senin, 25 November 2024 - 12:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumenep, @by_News9.id

Foto: Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumenep, @by_News9.id

SUMENEP, News9 – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumenep, bersama masyarakat dan keluarga korban, menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Pengadilan Negeri (PN) Sumenep, Senin (25/11/2024).

Dalam aksi itu, para demonstran menyampaikan tuntutan kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sumenep untuk menjatuhkan vonis maksimal berupa hukuman penjara seumur hidup kepada Sudiarto, seorang guru PNS yang diduga terlibat dalam kasus pelecehan seksual terhadap anak.

“Kami hadir di sini untuk memastikan keadilan ditegakkan. Kasus seperti ini tidak hanya melukai korban, tetapi juga menghancurkan masa depan generasi bangsa. Pelaku harus mendapatkan hukuman setimpal agar menjadi pelajaran bagi semua pihak,” ujar salah satu orator dalam aksi tersebut.

Aksi damai ini berlangsung dengan penjagaan ketat dari aparat kepolisian untuk memastikan keamanan dan kelancaran proses persidangan yang masih berlangsung di dalam gedung pengadilan.

Baca Juga:  Serda Eko Afriyadi, Tinjau MCK Jambanisasi di Desa Kebunagung

Masyarakat yang hadir dalam aksi ini berharap bahwa suara mereka dapat menjadi pertimbangan penting bagi hakim dalam memutus perkara tersebut.

“Jika pelaku mendapat hukuman ringan, ini bisa menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum di Indonesia, khususnya terkait perlindungan terhadap anak-anak,” tambah salah seorang warga yang ikut dalam unjuk rasa tersebut.

Kasus ini mendapat perhatian luas karena pelaku adalah seorang guru yang seharusnya menjadi teladan, namun malah melakukan tindakan tercela.

Baca Juga:  Polsek Krejengan dan Warga Berhasil Gagalkan Aksi Begal Bersenjata Airsoft Gun

Para pengunjuk rasa berjanji akan terus mengawal kasus ini hingga vonis dijatuhkan. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sempat Keluhkan Sakit Kepala, Pria Pamolokan Ditemukan Meninggal di Rumah
PPD Desak Polresta Sumenep Segera Panggil Tersangka Asmawi
Kasus Penebangan Pohon, Polresta Sumenep Naikkan Status Asmawi Jadi Tersangka
Curanmor Probolinggo Makin Nekat, Honda Beat Raib Hanya Lima Menit di Sumberasih
Aksi di Mapolresta Sumenep, PPD Desak Polisi Tangkap Asmawi
Polres Sampang Ringkus Menantu Yang Habisi Nyawa Mertuanya
Polresta Sumenep Sita Bukti Kasus Dugaan Penebangan Liar
Polisi Rekonstruksi Dugaan Pembunuhan Wanita yang Ditemukan dalam Sumur
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:07 WIB

Sempat Keluhkan Sakit Kepala, Pria Pamolokan Ditemukan Meninggal di Rumah

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:34 WIB

PPD Desak Polresta Sumenep Segera Panggil Tersangka Asmawi

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:52 WIB

Kasus Penebangan Pohon, Polresta Sumenep Naikkan Status Asmawi Jadi Tersangka

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:47 WIB

Curanmor Probolinggo Makin Nekat, Honda Beat Raib Hanya Lima Menit di Sumberasih

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Aksi di Mapolresta Sumenep, PPD Desak Polisi Tangkap Asmawi

Berita Terbaru

FOTO: Kepala Puskesmas Robatal, Benny Irawan, saat digiring ke Polres Sampang. @by_News9.id

Headline

Kapus Robatal Digiring ke Polres Sampang Usai Penggerebekan

Kamis, 8 Okt 2026 - 20:06 WIB