Korupsi Berkedok Seragam di UNIBA Madura: Kampus Kembali Jadi Sorotan

- Editorial Team

Sabtu, 18 Januari 2025 - 11:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Universitas Bahauddin Mudhary (UNIBA) Madura kembali menjadi sorotan publik. @by_News9.id

Foto: Universitas Bahauddin Mudhary (UNIBA) Madura kembali menjadi sorotan publik. @by_News9.id

SUMENEP, News9 – Universitas Bahauddin Mudhary (UNIBA) Madura kembali menjadi sorotan publik.

Setelah sebelumnya diramaikan dengan isu pemotongan dana Kartu Indonesia Pintar (KIP), pelecehan terhadap mahasiswi, hingga dugaan pengedaran pil ekstasi oleh dua mahasiswa, kini muncul tuduhan baru terkait penggelapan dana seragam Pakaian Dinas Harian (PDH).

Dugaan tersebut menyeruak setelah sejumlah mahasiswa melaporkan adanya kejanggalan dalam pembayaran seragam.

Salah satu mahasiswa angkatan 2023 mengungkapkan bahwa ia diminta membayar Rp135 ribu untuk seragam himpunan.

Namun, beberapa waktu kemudian, muncul isu di media sosial bahwa dana tersebut diduga digelapkan oleh seorang karyawan kampus.

“Saat itu saya bayar Rp135 ribu, tapi seragamnya tidak kunjung dibagikan. Setelah ramai di media sosial, barulah baju itu dibagikan. Mungkin uangnya sudah diganti,” ujar mahasiswa yang identitasnya dirahasiakan, Jumat (17/12025).

Senada dengan itu, seorang mahasiswa lainnya mengeluhkan sistem pembayaran kampus yang tidak transparan.

Baca Juga:  Hujan Deras Guyur Sampang, Respons Cepat BPBD Minimalkan Dampak Genangan

Ia mengaku membayar Rp300 ribu untuk pendaftaran, tetapi namanya tidak tercantum dalam daftar resmi.

“Saya terpaksa membayar lagi. Mungkin anggap saja itu sedekah ke kampus,” ujarnya pasrah.

Sementara itu, Rektor UNIBA Madura, Rahmad Hidayat, membenarkan adanya kasus ini, tetapi menegaskan bahwa pihak kampus tidak terlibat langsung dalam permasalahan tersebut.

“Kasus ini terjadi tahun 2023. Saya sudah melarang adanya pembuatan seragam selain almamater kampus,” tegasnya, Jumat (10/1/2025), saat ditemui awak media.

Menurut Rahmad, pengadaan seragam PDH adalah inisiatif mahasiswa melalui himpunan masing-masing program studi.

Baca Juga:  Transformasi Jembatan Tugu Lewat TMMD Ke-123 Kodim 0821/Lumajang: Menyongsong Infrastruktur Lebih Baik

Rahmad juga mengatakan bahwa uang seragam telah dikembalikan dan baju sudah dibagikan.

Namun, karyawan kampus yang terlibat, bernama Ivan, telah diberhentikan demi menjaga integritas kampus.

“Ivan itu bukan dosen, tapi karyawan yang dulunya aktif di kemahasiswaan. Dia yang bertanggung jawab atas masalah ini,” jelasnya.

Selain dugaan penggelapan uang PDH, mahasiswa juga mengeluhkan pungutan lain yang dinilai tidak transparan.

Baca Juga:  Tambang Pasir Diduga Ilegal Disebut Sedot Solar Subsudi dan Rusak Infrastruktur Jalan

Semua mahasiswa, termasuk penerima beasiswa, diwajibkan membayar uang pendaftaran Rp300 ribu dan uang kemahasiswaan sebesar Rp1,5 juta.

Namun, sejumlah mahasiswa mengaku mengalami pembayaran ganda tanpa kejelasan pengembalian.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi terkait dugaan pembayaran ganda tersebut.

Kasus ini menjadi catatan serius dalam pengelolaan keuangan dan transparansi internal di UNIBA Madura, yang kini terus mendapat sorotan publik. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: Para peserta mengikuti pengujian sesuai jenjang kompetensi Muda, Madya, dan Utama. @by_News9.id

DAERAH

Hasil UKW di Surabaya, 29 Wartawan Raih Predikat Kompeten

Jumat, 16 Okt 2026 - 23:28 WIB

FOTO: Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, S.Si., M.IP., (tengah) saat menghadiri kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW). @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Perisai Anak Jadi Andalan Diskominfo Jatim

Kamis, 15 Okt 2026 - 18:07 WIB