Sorotan Proyek Puskesmas Sukodono, Bukti Lemahnya Pengawasan

- Redaksi

Jumat, 24 Januari 2025 - 15:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Papan Informasi Pekerjaan dan Gedung Puskesmas Sukodono, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang. @by_News9.id

Foto: Papan Informasi Pekerjaan dan Gedung Puskesmas Sukodono, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang. @by_News9.id

LUMAJANG, News9 – Polemik rehabilitasi Puskesmas Sukodono di Kabupaten Lumajang terus memanas. Setelah dugaan CV. Barokah Propertindo, kontraktor proyek senilai hampir Rp2 miliar, dianggap lepas tangan, kini perhatian beralih pada lemahnya pengawasan pihak terkait dalam memastikan proyek rampung tepat waktu.

Situasi tersebut memicu spekulasi dan kritik tajam dari berbagai kalangan.

Hingga kini, pihak Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P2KB) Kabupaten Lumajang mencari solusi untuk menyelesaikan pekerjaan yang tersisa.

Kendati tiga staf Dinas Kesehatan mengklaim bahwa pemeliharaan proyek sedang berjalan oleh Junaidi yang disebut bagian dari CV. Barokah Propertindo keabsahan pernyataan ini justru menuai pertanyaan. (berita pada media ini sebelumnya)

Baca Juga:  PWI Sampang Desak Proses Hukum Hotman Paris, Ancaman Pers

Dalam perkembangan terbaru, sumber informasi media ini, Junaidi sendiri mengungkapkan bahwa kondisi fisik bangunan Puskesmas Sukodono memperlihatkan kualitas pekerjaan yang jauh dari memuaskan tidak sesuai standar bahkan menjadi keluhan utama Junaidi sendiri pada saat melakukan pekerjaan pemeliharaan, Kamis (23/01/2025).

“Kalau memang mereka (CV. Barokah Propertindo) serius mengerjakan, bangunan ini nggak bakal jadi seperti terlihat sekarang. Apalagi dengan anggaran segitu besar,” ungkap Jun.

Sementara itu, nampaknya investigasi dari pihak pemerintah daerah belum dilakukan sehingga tidak ada statement secara resmi untuk mengklarifikasi, menunjukkan adanya indikasi ketidaksesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan proyek di lapangan.

Baca Juga:  Musyda KNPI Sumenep 2025 Makin Dekat, Bursa Calon Ketua Mulai Menghangat

Beberapa pihak bahkan mempertanyakan proses lelang proyek yang memenangkan CV. Barokah Propertindo.

Di tengah kebuntuan, Dinas Kesehatan P2KB Lumajang turut disorot lantaran dinilai gagal melakukan pengawasan selama proyek berjalan.

Sejumlah pengamat menganggap dinas terlalu mudah melepaskan tanggung jawab kepada kontraktor tanpa memastikan mekanisme kontrol yang memadai.

“Proyek ini adalah tanggung jawab bersama. Kalau kontraktornya gagal, ya harus dipertanyakan pengawasannya. Jangan hanya cari kambing hitam,” tegas Arsyad Subekti, Ketua LSM AMPEL.

Hingga kini, belum ada langkah konkrit dari Dinas Kesehatan maupun CV. Barokah Propertindo untuk menuntaskan persoalan tersebut.

Baca Juga:  Gubernur Naikkan UMK 2025 di 7 Daerah Jatim, Surabaya Tertinggi

Beberapa pihak mendesak pemerintah daerah segera mengambil langkah tegas, termasuk melibatkan pihak ketiga untuk audit independen.

Proyek ini juga menjadi citra buruk bagi pelaksanaan proyek publik di Lumajang. Jika tidak segera dituntaskan, kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan anggaran publik bisa semakin menurun.

Pertanyaan besar yang kini mengemuka adalah, siapa yang akan bertanggung jawab atas kerugian ini? Masyarakat menantikan jawaban tegas, bukan sekadar pembelaan. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, SH, MH. @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026 Disepakati

Selasa, 11 Agu 2026 - 21:11 WIB