Revitalisasi Gerakan PMII: Maksudi Usung Gagasan Transformasional “Equilibrium Sosial-Inklusif”

- Editorial Team

Sabtu, 31 Mei 2025 - 14:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Maksudi, Calon Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur (Jatim), @by_News9.id

Foto: Maksudi, Calon Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur (Jatim), @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Calon Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur (Jatim), Maksudi, menawarkan gagasan baru untuk gerakan PMII, yakni “Equilibrium Sosial-Inklusif”.

Gerakan ini wujud keprihatinan atas kuatnya polarisasi sosial, rendahnya literasi digital, serta lemahnya keseimbangan antara keislaman, keindonesiaan, dan keilmuan dalam tubuh PMII.

Gagasan ini memadukan teori ekonomi Walras dan Marshall, serta teori sosiologi Parsons, dengan kerangka kerja konseptual yang mengintegrasikan nilai-nilai agama, kebangsaan, pengetahuan, dan keberlanjutan.

“PMII Jatim mesti menjadi penyeimbang. Di sinilah equilibrium kita perankan. Sebuah organisasi Aswaja tak hanya kuat secara ideologis, tapi juga tangguh dalam menjawab tantangan digital, lingkungan, hingga ekonomi kader,” kata Maksudi, Kamis (29/5).

Konsep “Equilibrium Sosial-Inklusif”, kata Maksudi, diterjemahkan dalam 5 misi besar, yakni kaderisasi holistik berbasis potensi zaman, perluasan partisipasi kader di sektor strategis, optimalisasi peran ulama dan umara dalam moderasi beragama, advokasi publik berbasis data dan media kreatif, serta kemandirian organisasi melalui inkubasi wirausaha sosial dan pembentukan BUMKC.

Baca Juga:  Warga Datangi PDAM Sumenep, Dirut Siap Mundur Jika Gagal Atasi Krisis

Maksudi mengharapkan PMII tidak hanya organisasi yang bersifat reaktif. Namun, menjadi aktor intelektualitas, aktivisme, dan inovasi sosial.

Maksudi menginginkan PMII Jatim menjadi think tank mahasiswa Islam progresif hari ini dan masa depan.

Itu dapat diwujudkan salah satuny dengan pendirian Sekolah Vokasi PMII Jatim, yang menggabungkan keislaman dengan literasi digital, keterampilan teknis, dan kepemimpinan komunitas.

“Bila kita ingin PMII menjadi center of gravity, kita tidak bisa hanya mengandalkan aktivisme konvensional. Kita harus bisa mendialogkan tradisi dengan teknologi, nilai spiritual dengan data saintifik,” ujarnya.

PMII Jatim diharapkan lebih besar dalam menjaga kohesi sosial, dengan cara pembentukan Forum Lintas Iman. Ini mendorong insan pergerakan sebagai fasilitator dialog antaragama di lingkungannya.

“PMII harus hadir sebagai perekat bangsa, bukan sekadar penggerak opini sesaat. Kita perlu menyulam kebhinekaan dengan program yang menyentuh akar rumput,” ungkapnya.

Di bidang lingkungan, Maksudi menyoroti pentingnya respons strategis atas krisis ekologi, dengan bentuk advokasi berbasis data.

Baca Juga:  Indonesia Maju 2045: Amanat Kasad dalam Upacara Tujuh Belasan Kodim 0821/Lumajang

Menjawab ketergantungan pendanaan, Maksudi mencanangkan pembentukan BUMKC (Badan Usaha Milik Koordinator Cabang) yang berbasis pada prinsip keuntungan ekonomi, dampak sosial, dan keberlanjutan lingkungan.

Selain itu, ia akan menginisiasi Inkubator Wirausaha Sosial PMII Jatim dan pendanaan kolektif berbasis crowdfunding filantropi kader dan alumni.

“Inilah saatnya kita membangun ekonomi kader. Bukan hanya bicara tentang kritik sosial, tapi menciptakan solusi ekonomi yang membebaskan,” jelasnya.

Sebagai kerangka paradigmatik, Maksudi ingin menempatkan PMII Jatim tidak hanya organisasi kemahasiswaan, melainkan aktor perubahan sosial berbasis nilai-nilai Islam moderat, dinamis, adaptif dan kolaboratif.

“Equilibrium bukan berarti stagnasi. Ini adalah keseimbangan dinamis yang terus menyesuaikan diri dengan tantangan baru. Di sinilah PMII Jatim bisa menjadi laboratorium peradaban,” pungkasnya. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Siswi SMP Integral Luqman Al-Hakim Sumenep Borong 5 Medali di Kompetisi Nasional
Kejati Jatim Beri Penghargaan Kepada PKN
Bahana Bersahaja Hadir di Desa Bener, Pelayanan Publik Didekatkan kepada Masyarakat
IWB Dorong Evaluasi Sound Horeg, Usulkan Pawai Kemerdekaan Kembali Berbasis Budaya Lokal
Musda XI RAPI Jawa Timur Digelar di Tretes, Aep Saepudin JZ13JVX Terpilih sebagai Ketua Daerah
Sinergi Polsek, Koramil dan Linmas Kawal Pawai Budaya HUT ke-81 Desa Taman Sari
Khirata Foundation Gelar Kenduri Manis, Bentengi Anak dari Narkoba
Ponsel Anggota Polresta Sumenep Mendadak Disisir Propam
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 11:02 WIB

Siswi SMP Integral Luqman Al-Hakim Sumenep Borong 5 Medali di Kompetisi Nasional

Jumat, 18 September 2026 - 09:37 WIB

Kejati Jatim Beri Penghargaan Kepada PKN

Rabu, 16 September 2026 - 15:55 WIB

Bahana Bersahaja Hadir di Desa Bener, Pelayanan Publik Didekatkan kepada Masyarakat

Rabu, 16 September 2026 - 15:46 WIB

IWB Dorong Evaluasi Sound Horeg, Usulkan Pawai Kemerdekaan Kembali Berbasis Budaya Lokal

Minggu, 13 September 2026 - 22:58 WIB

Musda XI RAPI Jawa Timur Digelar di Tretes, Aep Saepudin JZ13JVX Terpilih sebagai Ketua Daerah

Berita Terbaru