Pengecer LPG di Sumenep Diduga Jual di Atas HET, Warga: Kami Curiga Ada Penimbunan

- Redaksi

Minggu, 15 Juni 2025 - 20:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Salah satu warung kelontong di wilayah Jalan Trunojoyo, Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep yang juga diduga menimbun LPG 3kg. @by_News9.id

FOTO: Salah satu warung kelontong di wilayah Jalan Trunojoyo, Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep yang juga diduga menimbun LPG 3kg. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Dugaan penjualan gas LPG 3 kg di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) kembali mencuat di Sumenep.

Kali ini, praktik curang tersebut terjadi di salah satu warung kelontong di wilayah Jalan Trunojoyo, Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep.

Temuan tersebut disampaikan langsung oleh Sultan Abdurahman, seorang warga setempat pada Jumat, 13 Juni 2025.

Baca Juga:  Dua Laporan, Satu Terlapor: Penyidikan Polsek Masalembu Diduga Sarat Kejanggalan

Menurutnya, pengecer menjual LPG melon dengan harga Rp25.000 per tabung, jauh di atas HET resmi yang hanya Rp18.000.

“Pengecernya tidak mencantumkan harga, menjual mahal, dan tidak memberikan nota. Ini sudah merugikan masyarakat kecil,” ujarnya kepada News9.id, Minggu (15/6/2025) malam.

Sultan juga mengungkapkan adanya indikasi permainan harga dan potensi penimbunan.

Bahkan, warga yang ingin membeli kerap ditolak dengan alasan stok habis, namun tabung justru diberikan kepada pembeli tertentu dengan harga tinggi.

“Sudah banyak warga yang mengeluh, tapi takut melapor. Pembeli baru sering dibilang kosong, padahal tabung ada. Kami menduga ini akal-akalan pengecer demi meraup untung besar,” tambahnya.

Sebagai bukti, Sultan menyertakan foto lokasi pengecer yang diduga melakukan pelanggaran tersebut.

Baca Juga:  33 Kapal Dikerahkan, Puncak Arus Balik Ketapang Tembus 52 Persen

Ia berharap pemerintah daerah, khususnya Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep, serta aparat penegak hukum, segera melakukan sidak dan menindak tegas oknum yang bermain harga.

“Jangan biarkan masyarakat kecil terus jadi korban permainan seperti ini. Gas subsidi harusnya mudah diakses dan sesuai harga,” pungkasnya. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, SH, MH. @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026 Disepakati

Selasa, 11 Agu 2026 - 21:11 WIB