SAMPANG, NEWS9 – Menyusul musibah tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya di Selat Bali pada Rabu (2/7), jajaran Polsek Pangarengan, Sampang, Madura, Jawa Timur, bergerak cepat menyampaikan imbauan kepada para nelayan di wilayah pesisir yang berpotensi menjadi lokasi terdamparnya korban kapal.
Kapolsek Pangarengan, Iptu Iwan Suhadi, SH, memimpin langsung kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan pada Sabtu (5/7) di Dusun Bere’leke, Desa Gulbung, Kecamatan Pangarengan.
Kegiatan ini dilakukan bersamaan dengan patroli rutin di wilayah pesisir.
“Kami menjelaskan kepada para nelayan terkait kejadian tenggelamnya kapal dan kemungkinan korban yang belum ditemukan dapat terseret hingga ke wilayah perairan Selat Madura, khususnya di sepanjang pesisir Desa Gulbung,” ujar Iptu Iwan.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menekankan pentingnya kerja sama masyarakat pesisir dalam upaya pencarian korban.
Nelayan diimbau agar segera melapor kepada aparat bila menemukan jenazah atau tanda-tanda keberadaan korban kapal tenggelam.
Namun, jika kondisi laut tidak memungkinkan untuk melakukan evakuasi secara langsung, keselamatan nelayan tetap menjadi prioritas utama.
“Kami mengingatkan, jika evakuasi dirasa berisiko karena cuaca atau gelombang, cukup laporkan ke kami. Keselamatan nelayan harus diutamakan,” tambahnya.
Iptu Iwan menjelaskan, arah angin yang bertiup dari timur ke barat memungkinkan korban kapal terdampar di sejumlah titik pesisir Madura, termasuk Desa Ragung, Gulbung, Apa’an, dan Pangarengan.
Dalam kegiatan tersebut, jajaran Polsek Pangarengan juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap kondisi cuaca ekstrem yang belakangan ini terjadi.
Intensitas patroli pesisir pun akan ditingkatkan untuk memastikan keamanan dan kesiapsiagaan masyarakat nelayan.
Turut hadir dalam patroli dan sosialisasi ini, Kanit Intel Aiptu Riyanto, Kanit Binmas Bripka Khoiri, dan Bhabinkamtibmas Bripka Widodo.
Sebagaimana diketahui, KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam pada Rabu malam (2/7) saat menyeberang dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Gilimanuk, Bali.
Kapal yang berlayar pada pukul 22.56 WIB itu membawa 12 kru, 53 penumpang, dan 22 kendaraan. Dugaan awal penyebab tenggelamnya kapal adalah kebocoran mesin. ***









