Dampingi Keluarga Korban Laka, AMPAS Tuntut Kejelasan Santunan Jasa Raharja

- Redaktur

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Kepala Jasa Raharja Cabang Pamekasan, Ahmad Saiful Parma,di dampingi Kepala Unit Sampang saat mendatangi keluarga korban. Usai Audensi Bersama Ampas. Kamis (31/7), @by_News9.id

FOTO: Kepala Jasa Raharja Cabang Pamekasan, Ahmad Saiful Parma,di dampingi Kepala Unit Sampang saat mendatangi keluarga korban. Usai Audensi Bersama Ampas. Kamis (31/7), @by_News9.id

SAMPANG, NEWS9 – Keluarga korban kecelakaan lalu lintas di Kecamatan Ketapang, Sampang, Mendatangi Kantor Unit Jasa Raharja di Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 57. Kamis (31/7), untuk mencari kejelasan mengenai pencairan santunan asuransi yang belum diterima.

Kedatangan mereka didampingi oleh Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Sampang (Ampas) dalam sebuah gerakan yang disebut sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan.

Ketua Ampas, M. Agus Efendi, mengatakan bahwa aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat kecil yang masih kesulitan mendapatkan hak mereka.

Ia menyebut pendampingan ini sebagai langkah moral agar keluarga korban tidak merasa sendiri dalam menghadapi prosedur birokrasi.

“Kehadiran kami bukan untuk mengintervensi, tapi sebagai bentuk dukungan moral dan kemanusiaan agar hak keluarga korban tidak terabaikan,” ujar Agus kepada News9.id di lokasi.

Kisah pilu datang dari Adnawiyah, istri almarhum Sami’an, korban kecelakaan yang terjadi pada (20/6).

Baca Juga:  Bangun Budaya Sehat dan Peduli Lingkungan, BPRS Bhakti Sumekar Gelar Tiga Aksi Sosial

Menurutnya, sang suami sempat dirawat di Puskesmas Pangarengan, namun penanganan yang diberikan sangat terbatas.

“Suami saya hanya dijahit pada lukanya dan tidak dilakukan rontgen. Setelah satu malam dirawat, ia dipulangkan. Tapi kondisinya malah memburuk,” tutur Adnawiyah.

Ia menambahkan, sepuluh hari setelah perawatan di rumah, almarhum mengalami kejang dan sempat dibawa ke RSUD Sampang.

Namun karena kondisi semakin melemah, pihak keluarga memilih merawatnya di rumah, hingga akhirnya meninggal dunia.

 “Kalau memang ada santunan, itu sangat berarti bagi kami. Saya akan gunakan untuk keperluan anak-anak,” ujarnya lirih.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Jasa Raharja Cabang Pamekasan, Ahmad Saiful Parman, menjelaskan bahwa keterlambatan proses klaim bukan karena unsur kelalaian atau kesengajaan, tetapi lebih pada adanya informasi yang tidak sesuai dalam pelaporan awal.

“Dalam data yang kami terima, korban dilaporkan bukan sebagai korban kecelakaan lalu lintas, melainkan kecelakaan kerja di sawah. Informasi itu disampaikan oleh pihak yang saat itu membantu pengurusan layanan melalui UHC (Universal Health Coverage),” ungkapnya.

Saiful juga menambahkan bahwa karena korban tidak wafat di fasilitas kesehatan, melainkan di rumah, pihaknya perlu melakukan verifikasi lanjutan di lapangan.

“Hari ini, kami sudah tugaskan petugas untuk menelusuri informasi di lapangan agar hak keluarga korban tetap bisa disalurkan sesuai ketentuan,” ujarnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya literasi masyarakat terhadap prosedur klaim asuransi kecelakaan, khususnya ketika melibatkan lembaga seperti Jasa Raharja.

Baca Juga:  Kapolsek Babat Monitoring Program P2B di Desa Truni Kecamatan Babat 

Kesalahan administratif atau ketidaktepatan dalam pelaporan dapat berdampak langsung pada kelangsungan hak-hak yang seharusnya diterima oleh keluarga korban.

Meski demikian, kolaborasi antara masyarakat sipil dan lembaga terkait, seperti yang dilakukan oleh Ampas dan Jasa Raharja, menjadi langkah positif menuju pelayanan publik yang lebih responsif dan manusiawi. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: (ilustrasi) Oknum anggota kepolisian berpangkat Brigpol berinisial RS. @by_News9.id

PERISTIWA

Oknum Polisi Polsek Masalembu Diduga Sering Bolos

Selasa, 25 Agu 2026 - 10:20 WIB

FOTO: Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, bersama jajaran pemerintah daerah saat audiensi  dengan Kemenhub Republik Indonesia. @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Pemkab Sumenep Perkuat Konektivitas Laut

Senin, 24 Agu 2026 - 15:14 WIB

FOTO: H. Gufron, saat proses pembelian dengan pemeriksaan dan penilaian kualitas tembakau di gudang utama Haswal Group. @by_News9.id

EKONOMI BISNIS

Siap Serap Hasil Panen Tembakau, Haswal Group Buka Pembelian Perdana

Senin, 24 Agu 2026 - 14:51 WIB