Aspirasi Reses III, DPRD Sumenep Bongkar Persoalan Krusial

- Editorial Team

Selasa, 2 September 2025 - 20:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) saat rapat paripurna penyampaian hasil Reses III Tahun Sidang 2025, @by_News9.id

FOTO: Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) saat rapat paripurna penyampaian hasil Reses III Tahun Sidang 2025, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – DPRD Kabupaten Sumenep menggelar rapat paripurna penyampaian laporan hasil Reses III Tahun Sidang 2025, Selasa (2/9/2025).

Aspirasi masyarakat yang dihimpun dari tujuh fraksi pada masa reses 22–29 Agustus lalu menyingkap beragam persoalan serius, mulai dari kesehatan, pendidikan, infrastruktur, hingga kesejahteraan masyarakat.

Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyoroti lambannya penanganan kasus luar biasa (KLB) campak.

“Kasus campak ini sudah muncul sejak Januari dan memuncak di Juli–Agustus, tapi respon pemerintah terkesan lambat. Ke depan, OPD harus lebih cepat hadir di tengah masyarakat,” tegas Juru Bicara PKB, M. Muhri.

PKB juga mengkritik kelangkaan pupuk serta ketimpangan pembangunan infrastruktur antara daratan dan kepulauan, khususnya di Kecamatan Giligenting.

Fraksi NasDem menuntut percepatan aliran listrik di kepulauan.

“Hak dasar masyarakat kepulauan atas listrik sudah bertahun-tahun disuarakan, tapi hingga kini belum terealisasi,” ujar Samsiyadi.

Selain itu, NasDem mendesak konsistensi pelaksanaan Perda Perlindungan Nelayan dan evaluasi regulasi Pilkades yang dinilai merugikan calon non-petahana.

Baca Juga:  Satlantas Polres Sampang Gencarkan Edukasi Keselamatan Berkendara di Lingkungan Pesantren

Sementara PAN menilai tingginya angka pengangguran sebagai masalah mendesak.

“Pemerintah daerah perlu langkah strategis dan terukur untuk menekan pengangguran dan kemiskinan,” kata Ketua Fraksi PAN, Gunaifi Syarif Arrodhy.

PAN juga mengingatkan ancaman narkoba yang mulai merambah kepulauan, sehingga BNNK dan aparat pelabuhan diminta memperketat pengawasan.

Fraksi PDI Perjuangan menegaskan agar hasil reses tidak sekadar seremonial.

“Hasil serap aspirasi jangan hanya dibaca lalu dilupakan. OPD harus tindak lanjut dengan nyata,” tegas Abd. Rahman.

PDIP menyoroti kebutuhan perbaikan jalan poros di Mandala Dungkek, transportasi laut, penambahan daya listrik di Rubaru, hingga penguatan modal UMKM dan kelompok tani.

Baca Juga:  Makna di Balik Logo Hari Jadi ke-495 Pamekasan

Di sisi lain, Fraksi Demokrat bahkan lebih keras dalam kritik.

Mereka menyebut ledakan kasus campak yang menelan 17 korban jiwa sebagai bukti kelalaian pemerintah.

“Lebih dari 2.000 kasus campak dengan korban meninggal dunia, ini alarm serius kelalaian pencegahan sejak dini,” kata Ketua Fraksi Demokrat, Mulyadi.

Selain kesehatan, Demokrat juga menuntut pemerataan infrastruktur, dari jalan rusak di Lenteng, Pragaan, Batuputih, hingga akses menuju Pantai Lombang.

Fraksi gabungan Gerindra – PKS menekankan pemerataan pembangunan daratan dan kepulauan.

“Masih banyak jalan rusak, layanan kesehatan minim, keterbatasan air bersih, dan listrik yang belum merata. Ambulance laut juga penting untuk menunjang layanan kesehatan di kepulauan,” papar Agus Hariyanto.

Fraksi tersebut juga menyoroti pentingnya beasiswa untuk siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu, pengendalian inflasi, dan pemberdayaan UMKM.

Baca Juga:  Kisah Haru Jemaah Haji Lumajang Melahirkan di Tanah Suci, Tertahan Demi Keselamatan

Sedangkan PPP menekankan penguatan pendidikan keagamaan berbasis pesantren.

“Banyak pesantren dan madrasah dengan fasilitas minim. Pemerintah harus hadir memberi dukungan infrastruktur pendidikan, beasiswa santri, dan penguatan ekonomi berbasis pesantren,” ujar Juru Bicara PPP.

Selain itu, PPP menyoroti distribusi pupuk untuk petani kecil serta peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak.

Seluruh fraksi menegaskan agar hasil reses ini tidak berhenti sebagai dokumen formalitas.

“Kami berharap aspirasi masyarakat benar-benar masuk ke dokumen perencanaan daerah dan ditindaklanjuti dengan langkah nyata,” tutup pimpinan rapat. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Langsar Laok Mulai Krisis Air Bersih, Bupati Fauzi Turun Tangan
Trotoar dan Bahu Jalan Jadi Lapak PKL, Tata Kota Sumenep yang Gagal Menata
BLT-DD Desa Kranggan Disalurkan kepada 15 Keluarga Penerima Manfaat
AMBB Dukung Gagasan Nazali Lempo: Hukum Tegak, Nelayan Sejahtera
Hosnan Targetkan AMP Sapudi dan Jalan Beton Raas Mulai 2027
Pesan Wartawan Senior Ibnu Hajar di Forum PWRI Sumenep
Siswi SMP Integral Luqman Al-Hakim Sumenep Borong 5 Medali di Kompetisi Nasional
Kejati Jatim Beri Penghargaan Kepada PKN
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Warga Langsar Laok Mulai Krisis Air Bersih, Bupati Fauzi Turun Tangan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Trotoar dan Bahu Jalan Jadi Lapak PKL, Tata Kota Sumenep yang Gagal Menata

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:22 WIB

BLT-DD Desa Kranggan Disalurkan kepada 15 Keluarga Penerima Manfaat

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:27 WIB

AMBB Dukung Gagasan Nazali Lempo: Hukum Tegak, Nelayan Sejahtera

Rabu, 30 September 2026 - 18:42 WIB

Hosnan Targetkan AMP Sapudi dan Jalan Beton Raas Mulai 2027

Berita Terbaru

FOTO: Sulaisi Abdurrazaq, S.H.I., M.I.P., selaku kuasa hukum Mahyuni. @by_News9.id

HUKRIM

Kasus Pohon Siwalan, Tak Ditahan Meski Jadi Tersangka

Sabtu, 10 Okt 2026 - 12:51 WIB