Mahasiswa Mengamuk, PT KEI Dituding Rusak Laut Kangean Demi Migas

- Redaktur

Kamis, 23 Oktober 2025 - 20:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Aksi demonstrasi Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Sumenep (BEMSU) di depan Kantor Bupati Sumenep. @by_News9.id

FOTO: Aksi demonstrasi Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Sumenep (BEMSU) di depan Kantor Bupati Sumenep. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Gelombang penolakan terhadap aktivitas eksplorasi dan eksploitasi migas oleh PT Kangean Energy Indonesia (KEI) di Kecamatan Kangean, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali mencuat.

Masyarakat kepulauan resah dan menuding kegiatan migas tersebut telah merusak ekosistem laut dan mengancam mata pencaharian nelayan.

Kemarahan publik itu memuncak dalam aksi demonstrasi yang digelar Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Sumenep (BEMSU) di depan Kantor Bupati Sumenep, Kamis (23/10/2025).

Dalam orasinya, Koordinator Aksi BEMSU menegaskan bahwa kegiatan survei seismik dan pengeboran laut dalam (offshore drilling) yang dilakukan PT KEI telah menimbulkan dampak serius.

Baca Juga:  Penanaman Pohon Buah di Desa Barat: Langkah Menuju Desa Ramah Lingkungan

Menurutnya, hasil tangkapan ikan menurun drastis, terumbu karang rusak, dan ekologi laut terganggu akibat aktivitas korporasi besar yang hanya mengejar akumulasi keuntungan tanpa memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

“Tidak ada bukti nyata bahwa migas membawa manfaat bagi masyarakat lokal. Berdasarkan kajian Bappenas 2022, kontribusi sektor migas terhadap kesejahteraan rakyat sangat rendah. Justru rakyat tetap dijajah oleh watak penindas yang memperkaya segelintir orang,” tegasnya.

BEMSU menilai kehadiran PT KEI telah melanggar prinsip Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang menegaskan bahwa setiap orang berhak atas lingkungan yang baik dan sehat serta bebas dari limbah berbahaya.

“Undang-undang itu jelas, tapi faktanya dilanggar. Laut terus dikeruk, ekosistem hancur, dan pemerintah daerah hanya diam karena tergiur bagi hasil dari perusahaan,” sindir Koordinator BEMSU.

Para mahasiswa menyerukan penolakan total terhadap eksploitasi migas di wilayah kepulauan Sumenep, terutama di Kangean.

Baca Juga:  Dinilai Ancam Gizi Anak dan APBN, JSI Desak Presiden Prabowo Hentikan Sementara MBG di Madura

Mereka menilai pemerintah daerah gagal menjalankan fungsi perlindungan terhadap rakyat dan lingkungan.

“Jangan rusak rumah kami, jangan rampok sumber daya alam kami. Ini kejahatan lingkungan hidup!” teriak massa aksi dalam demonstrasi yang berlangsung tegang namun tertib.

Menurut BEMSU, keberadaan PT KEI selama ini tidak memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga:  BarokahNet Apresiasi Lomba Galeri Video Kreatif: Upaya Positif Mendorong UMKM Sumenep

Ironisnya, keuntungan justru dinikmati oleh para pengusaha besar dari luar daerah, sementara masyarakat lokal tetap hidup dalam keterbatasan.

“Inilah bukti negara gagal melindungi rakyat kepulauan dan lingkungan hidupnya,” tutup pernyataan BEMSU dengan nada keras. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru