GAWAT Soroti Proyek Jalan Beton di Desa Baturasang, Tambelangan, Sampang Diduga Bermasalah 

- Redaksi

Kamis, 24 Juli 2025 - 12:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Ketua GAWAT saat investigasi ke lokasi Jalan Beton di Dusun Kapasan Desa Baturasang Tambelangan Sampang. Selasa (22/7). @by_News9.id

FOTO: Ketua GAWAT saat investigasi ke lokasi Jalan Beton di Dusun Kapasan Desa Baturasang Tambelangan Sampang. Selasa (22/7). @by_News9.id

SAMPANG, NEWS9 – Pelaksanaan proyek infrastruktur yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025 di Kampung Duko, Dusun Kapasan, Desa Baturasang, Tambelangan, Sampang, diduga tidak transparan dan menyimpang dari standar teknis.

Gabungan Wartawan dan Aktivis Tambelangan (GAWAT) mengungkapkan temuan ini setelah melakukan peninjauan ke lokasi pada Selasa (22/7).

Ketua GAWAT, Moh. Rifadi, menyatakan proyek jalan beton tersebut minim keterbukaan sejak awal pengerjaan.

“Kami tidak menemukan papan informasi kegiatan. Ini bukan kelalaian sepele. Ketika informasi dasar saja tidak disampaikan kepada publik, sangat mungkin ada aspek lain yang ditutupi,” ujar Rifadi kepada News9.id.

Selain masalah transparansi, GAWAT juga menemukan keretakan di sejumlah titik jalan beton yang belum genap berusia satu bulan.

Baca Juga:  Jembatan Ambruk, Pemuda Giligenting Datangi PUTR Sumenep

Rifadi menduga terjadi pengurangan spesifikasi teknis, terutama ketebalan cor beton yang seharusnya 15 sentimeter, tetapi di lapangan hanya mencapai 5-7 sentimeter.

“Jika kualitas fisik serendah ini dibiarkan, sama saja membuang uang negara. Dampaknya bukan hanya pada jalan, tetapi juga merusak kepercayaan masyarakat terhadap pembangunan desa,” tegasnya.

Metode pengerjaan juga dipertanyakan. Berdasarkan data yang kami kantongi, dasar rabat beton tidak menggunakan urugan sirtu dan pasir sesuai standar, melainkan hanya batu tanpa pemadatan yang memadai.

Rifadi menyebut pendekatan ini menyerupai pola “telford” dan dinilai tidak sesuai dengan teknis konstruksi rabat beton yang semestinya.

GAWAT berencana melaporkan temuan ini kepada pemerintah kecamatan selaku pengawas teknis.

Jika tidak ada tindak lanjut, laporan akan diteruskan ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) serta Inspektorat Kabupaten Sampang.

“Kami tidak akan berhenti. Ini harus dikawal sampai tuntas. Jangan sampai uang rakyat dikorbankan untuk proyek asal jadi,” tegas Rifadi.

Saat dikonfirmasi via WhatsApp, selasa, (22/7) Penjabat (Pj) Kepala Desa Baturasang, Sugianto, tidak merespons.

Baca Juga:  Ainur Rahman Bantah Tuduhan Pengkondisian Rp 200 Juta dalam Kasus BSPS

Sikap diam ini, menurut GAWAT, memperkuat indikasi adanya upaya menutupi masalah di lapangan.

Sementara itu, Camat Tambelangan, H. Samsul Bahri, ketika dihubungi News9.id pada Kamis (24/7), menyatakan akan menindaklanjuti laporan tersebut.

“Terima kasih atas informasinya. Tim kecamatan akan mengecek langsung ke lokasi,” ujarnya singkat.

Namun, saat ditanya jadwal monitoring, Samsul menyebut masih menunggu proses dari desa.

“Monitoring tergantung pengajuan pencairan dana dari desa. Kami akan mengabari jika sudah dijadwalkan,” jelasnya.

Senada dengan itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPMD Sampang, Sudarmanto, mengatakan bahwa Dana Desa TA 2025 masih dalam proses dan belum masuk tahap Monitoring.

“Untuk DD TA 2025 masih proses. Kecuali DD TA 2024, bisa kami tindaklanjuti,” katanya via telepon pada Rabu (23/7).

Proyek infrastruktur berbasis Dana Desa seharusnya menjadi tulang punggung pembangunan wilayah pedesaan.

Baca Juga:  75 Putra-Putri Terbaik Sumenep Resmi Dikukuhkan Jadi Paskibraka HUT RI ke-80

Namun, lemahnya pengawasan, minimnya transparansi, dan dugaan pelanggaran teknis berisiko merusak esensi program tersebut.

Jika temuan GAWAT terbukti benar, persoalan ini bukan sekadar retaknya jalan beton, melainkan retaknya akuntabilitas pengelolaan dana publik di tingkat desa. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, SH, MH. @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026 Disepakati

Selasa, 11 Agu 2026 - 21:11 WIB