Dana Raksasa Mengendap, Menkeu Desak Kejelasan Koperasi Desa Merah Putih

- Editorial Team

Jumat, 24 Oktober 2025 - 14:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: (Istimewa) Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. @by_News9.id/detik.com

FOTO: (Istimewa) Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. @by_News9.id/detik.com

JAKARTA, NEWS9 – Awan tebal mulai menyelimuti rencana ambisius pemerintah membangkitkan ekonomi rakyat lewat program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara terbuka meminta kejelasan penggunaan dana triliunan rupiah yang digelontorkan ke bank-bank BUMN, yang sebagian di antaranya rencananya akan dialihkan untuk menopang program tersebut.

Purbaya menegaskan, hingga kini pihaknya belum menerima laporan final terkait bentuk kelembagaan dan skema pembiayaan Kopdes Merah Putih, padahal pemerintah telah menyiapkan dana besar untuk mendukungnya.

“Kita mau lihat finalisasinya seperti apa, biar penyaluran uangnya jelas dan akuntabel,” tegas Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, dikutip dari Liputan6, Kamis (23/10/2025).

Menurut Bendahara Negara itu, Rp16 triliun sudah disiapkan secara khusus untuk mendukung program KDMP tahun ini.

Baca Juga:  Dukung Paslon 02: Ribuan Warga Sumenep Padati Acara “Faham Bersholawat”

Namun, ia juga membuka peluang penggunaan dana Rp200 triliun yang sebelumnya ditempatkan di bank-bank pelat merah, asalkan pemanfaatannya sesuai ketentuan dan transparan.

“Kalau Himbara siap menyalurkan untuk koperasi Merah Putih, maka bunga pinjaman bisa ditekan jadi hanya 2 persen,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono menyebut program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bakal menjadi game changer bagi ekonomi nasional.

Ia menegaskan, program ini merupakan langkah strategis untuk mengembalikan arah pembangunan ekonomi sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945, di mana koperasi menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

“Kami ingin negara kembali hadir dalam mengatur pasar agar adil bagi semua pihak BUMN, swasta, dan koperasi,” tegas Ferry.

Ferry menilai, selama ini struktur pasar nasional terlalu timpang, dikuasai oleh kekuatan modal besar yang menyingkirkan koperasi dan pelaku UMKM dari akses pembiayaan maupun rantai pasok ekonomi.

“Ekonomi tidak boleh dikuasai segelintir orang. Kita mulai menata ulang dari akar dari desa,” ujarnya.

Program Koperasi Merah Putih disebut punya potensi besar mendorong ekonomi lokal, mulai dari sektor pangan, energi terbarukan, hingga pariwisata desa.

Baca Juga:  Owner Asia Jaya Group Ajak Pengusaha Aplikasikan Nilai Kebaikan Melalui E-book "Yudi The Connector"

Namun, Ferry mengakui implementasinya tidak akan mudah.

Salah satu tantangan utama adalah ketidaklengkapan Data Desa Presisi data akurat yang seharusnya menjadi dasar pemetaan potensi ekonomi dan penyaluran bantuan.

Beberapa desa bahkan masih belum memiliki akses listrik dan internet memadai.

“Tanpa data presisi, sulit menyalurkan pembiayaan tepat sasaran,” ujar Ferry.

Untuk itu, Kementerian Koperasi kini mempercepat pembangunan Data Desa Presisi Nasional, yang akan menjadi fondasi bagi pelaksanaan KDMP di seluruh Indonesia.

“Dengan data yang terintegrasi, pemerintah bisa merancang kebijakan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Desakan Purbaya menjadi sinyal bahwa pemerintah tak ingin dana jumbo Rp200 triliun hanya menjadi angka di atas kertas tanpa dampak nyata bagi rakyat desa.

Baca Juga:  BarokahNet Jadi Motor Kolaborasi ISP di Madura

Publik kini menunggu apakah Koperasi Merah Putih benar-benar akan menjadi tonggak ekonomi kerakyatan, atau justru terjebak dalam tumpukan birokrasi dan laporan tanpa arah.

“Kopdes dengan dukungan data presisi dan sinergi lintas kementerian harus bisa menuntaskan cita-cita para pendiri bangsa,” tutup Ferry. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Job Fair 2026 Sumenep Buka 3.141 Lowongan Kerja
Hari Sales Sedunia ke-10, KONUS Gandeng N1 Auto Pro Berikan Gift untuk Para Sales
Founder Tabur Baik Siap Luncurkan “PROFESIONAL”, Tekan Pengangguran di Sumenep
Bukan Sekadar Bank Daerah, BPRS Bhakti Sumekar Kembali Ukir Prestasi Nasional
Dari Pesisir Banyuwangi ke Amerika dan Eropa, Koral Budidaya Menjadi Primadona Pasar Dunia
AOE 2026, Madiun Kenalkan Produk Lokal dan Potensi Investasi
PT Djarum Belum Pastikan Serapan Tembakau Madura
Siap Serap Hasil Panen Tembakau, Haswal Group Buka Pembelian Perdana
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 09:19 WIB

Job Fair 2026 Sumenep Buka 3.141 Lowongan Kerja

Sabtu, 26 September 2026 - 10:00 WIB

Hari Sales Sedunia ke-10, KONUS Gandeng N1 Auto Pro Berikan Gift untuk Para Sales

Sabtu, 12 September 2026 - 13:22 WIB

Founder Tabur Baik Siap Luncurkan “PROFESIONAL”, Tekan Pengangguran di Sumenep

Sabtu, 5 September 2026 - 08:00 WIB

Bukan Sekadar Bank Daerah, BPRS Bhakti Sumekar Kembali Ukir Prestasi Nasional

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 17:24 WIB

Dari Pesisir Banyuwangi ke Amerika dan Eropa, Koral Budidaya Menjadi Primadona Pasar Dunia

Berita Terbaru

FOTO: (ilustrasi) Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). @by_News9.id

Headline

Waspada Influenza A, Kasus ISPA di Sumenep Tembus 1.970

Minggu, 4 Okt 2026 - 15:43 WIB