Anggota DPRD Kecam Aksi Represif Aparat dalam Penanganan Demonstrasi Warga

- Redaksi

Rabu, 5 November 2025 - 12:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Ahmad Juhairi, S.IP., M.Phil, Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Sumenep dari Fraksi NasDem, @by_News9.id

FOTO: Ahmad Juhairi, S.IP., M.Phil, Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Sumenep dari Fraksi NasDem, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Anggota DPRD Kabupaten Sumenep, Ahmad Juhairi, S.IP., M.Phil dari Fraksi NasDem, mengecam keras aksi represif aparat dalam penanganan demonstrasi warga di Pulau Kangean.

Ia menilai, tindakan tersebut berpotensi menjadi bentuk kriminalisasi terhadap masyarakat yang hanya ingin menyampaikan aspirasi.

“Jangan lagi ada upaya kriminalisasi terhadap masyarakat yang melakukan gerakan kritik atau menyampaikan pendapat terhadap kebijakan pemerintah,” tegas Ahmad Juhairi, Rabu (5/11/2025).

Anggota Komisi I DPRD Sumenep itu mendesak Pemerintah Kabupaten Sumenep agar segera turun tangan menyelesaikan konflik antara masyarakat dan PT Kangean Energi Indonesia (KEI) yang kian berlarut-larut.

“Pemerintah Kabupaten harus segera mengambil langkah konkret agar polemik PT KEI tidak berkepanjangan, dan jangan sampai ada lagi upaya kriminalisasi terhadap warga,” ujarnya menegaskan.

Politisi NasDem itu juga mengingatkan agar pemerintah daerah tidak berpihak kepada kepentingan korporasi.

“Pemerintah Kabupaten harus berada di atas kepentingan rakyat, bukan di atas kepentingan oligarki atau korporasi,” tandasnya dengan nada tajam.

Sebelumnya, ratusan warga Kangean melakukan demonstrasi besar-besaran di Mapolsek Kangean pada Selasa malam (4/11/2025).

Baca Juga:  Menu MBG Ramadan Darun Najah Dianggap Serampangan Oleh Wali Murid

Aksi tersebut meledak setelah enam nelayan ditangkap oleh aparat kepolisian setempat.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, keenam nelayan tersebut diamankan lantaran diduga sebagai provokator dalam aksi pengusiran kapal induk milik PT KEI yang beroperasi di perairan Kangean.

Baca Juga:  Warga Tuntut Penutupan Ijin Penambangan Pasir Galian C di Kamar Kajang Desa Sumberwuluh

Mereka juga dituduh membawa senjata tajam saat berada di tengah laut.

Penangkapan itu langsung menyulut amarah warga.

Massa bergerak menuju Mapolsek Kangean menuntut pembebasan para nelayan.

Situasi memanas, dan bentrokan dengan aparat tak terhindarkan.

Emosi warga makin membara ketika sebagian demonstran melanjutkan aksi ke sebuah wahana hiburan air (waterpark) yang diduga terkait aktivitas PT KEI.

Dalam kemarahan yang memuncak, sejumlah fasilitas di lokasi tersebut dilaporkan dibakar.

Baca Juga:  Terungkap, Dana Program BSPS di Sumenep Tidak Sampai 50 % yang Diterima

Hingga berita ini diterbitkan, Polsek Kangean maupun Polres Sumenep belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi maupun motif penangkapan keenam nelayan tersebut.

“Informasinya, penangkapan para nelayan ini berkaitan dengan aksi pengusiran kapal induk milik PT KEI. Namun detailnya masih kami telusuri. Saya sedang berkoordinasi dengan rekan-rekan di lapangan,” ujar Mat Saleh, tokoh pemuda Kangean.

Situasi di Kangean hingga Rabu malam dilaporkan masih tegang.

Warga menunggu langkah nyata dari Pemkab Sumenep untuk mengakhiri konflik berkepanjangan antara masyarakat dengan perusahaan migas raksasa tersebut. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, SH, MH. @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026 Disepakati

Selasa, 11 Agu 2026 - 21:11 WIB