Revitalisasi SDN Pabian I Sumenep Dihujani Kritik, Dugaan Intervensi CV Bayangan Mencuat

- Redaktur

Selasa, 25 November 2025 - 15:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Proyek pekerjaan revitalisasi sekolah bernilai ratusan juta dari APBN Tahun 2025 yang justru memunculkan dugaan kuat adanya intervensi pihak ketiga. @by_News9.id

FOTO: Proyek pekerjaan revitalisasi sekolah bernilai ratusan juta dari APBN Tahun 2025 yang justru memunculkan dugaan kuat adanya intervensi pihak ketiga. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Program revitalisasi sekolah yang dilaksanakan di Kabupaten Sumenep, Madura, kembali menjadi sorotan tajam publik.

Alih-alih membawa perbaikan, proyek bernilai Rp 584.245.089 dari APBN Tahun 2025 itu justru memunculkan dugaan kuat adanya intervensi pihak ketiga yang tidak tercantum dalam dokumen resmi.

Hal itu diungkapkan Ali, salah satu pemerhati pendidikan di Sumenep, menyebut bahwa proyek yang seharusnya dikerjakan secara swakelola justru di lapangan diduga dikendalikan oleh pihak CV.

“Kalau revitalisasi diklaim swakelola, tapi kok masih ada orang-orang dari CV berkeliaran dan ikut mengerjakan? Bahkan di SDN Pabian 1 terlihat jelas pekerjaan dilakukan pihak CV,” tegas Ali, kepada News9.id, Selasa (25/11/2025).

Ia menekankan bahwa bantuan yang diberikan melalui Direktorat Sekolah Dasar dan Direktorat Jenderal PAUD Dikdasmen Kementerian Pendidikan harus berjalan sesuai juklak dan juknis, agar tidak menyimpang maupun membuka ruang penyalahgunaan anggaran.

Baca Juga:  Geger, Warga Desa Tebanah Sampang Temukan Mayat Pria Paruh Baya di Lahan Kosong

Ali menyayangkan sikap Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep yang dinilai tidak transparan soal pola kerja revitalisasi sekolah.

Dirinya menegaskan bahwa publik berhak tahu apakah proyek tersebut benar-benar dikerjakan swakelola atau melibatkan perusahaan konstruksi.

“Ini anggaran APBN, masyarakat harus tahu. Kalau memang dikerjakan CV, sampaikan. Jangan mengaku swakelola, tapi pekerjaan ditangani pihak luar,” ujarnya.

Keanehan semakin kentara ketika papan informasi proyek tidak mencantumkan nama CV, namun di lapangan muncul pihak yang mengaku mewakili perusahaan.

“Iya di CV kan,” ucap Kepala Tukang, saat ditanya dilokasi.

Kalaupun swakelola, lanjut Ali, seharusnya melalui musyawarah lingkungan bersama masyarakat setempat, tapi ini bin salabin langsung ada pekerjaan di sekolah tersebut.

Baca Juga:  Dugaan Penggelembungan Anggaran, DPRD Desak Inspektorat Tangani Dinkes Kabupaten Malang

Dalam konferensi di ruang Kepala Sekolah SDN Pabian 1, Kepala Sekolah Rike Purnama Sari menegaskan tidak ada pihak CV yang mengerjakan proyek tersebut.

“Semua murni swakelola. Tidak ada CV mana pun yang mengerjakan,” ujarnya.

Namun bantahan itu justru bertolak belakang dengan temuan di lapangan serta pengakuan beberapa pihak yang menyebut pengerjaan dilakukan oleh tenaga dari sebuah CV.

Baca Juga:  19 Ekor Sapi dan 147 Ekor Kambing Hewan Kurban dari PKS Disembelih di Lumajang

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD Disdik Sumenep Ardiansyah Ali Shochibi, saat dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsAppnya, mengatakan bahwa revitalisasi swakelola dengan tandatangan perjanjian antara kepala sekolah dengan unsur Kemendikdasmen.

“Konsultan perorangan yang merencanakan dan mengawasi. Dinas Pendidikan sebagai penerima manfaat dan membantu evaluasi. Sama halnya dengan lembaga jenjang lainnya, TK, SD, SMP, SMA,” katanya, selasa (25/11/2025).

Kian bertumpuknya temuan dan silang pernyataan membuat publik mendesak adanya audit menyeluruh terhadap program revitalisasi sekolah di Sumenep.

“Pengelolaan APBN wajib terbuka, akuntabel, dan bebas dari intervensi pihak yang tidak bertanggung jawab,” pungkas Ali. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru