Narkoba Masalembu: Polisi Membisu, Dugaan Upeti Kembali Mencuat

- Editorial Team

Sabtu, 28 Maret 2026 - 13:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Kapolsek Masalembu, Ipda Asnan, dan (ilustrasi) bandar narkoba. @by_News9.id

FOTO: Kapolsek Masalembu, Ipda Asnan, dan (ilustrasi) bandar narkoba. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Peredaran narkoba di Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, tidak hanya mengkhawatirkan.

Jaringan bandar disebut-sebut tidak hanya menguasai wilayah lokal, tetapi juga mulai merambah pulau-pulau lain di sekitarnya.

Kondisi tersebut sangat memicu kegelisahan warga khususnya Kecamatan Masalembu.

Mereka menilai peredaran barang haram tersebut berlangsung masif tanpa penindakan berarti dari aparat penegak hukum.

“Saat masyarakat mendengar nama narkoba yang mengapung di Kepulauan Masalembu, seolah pulau ini berada di ambang kehancuran. Peredarannya begitu masif, tapi belum tersentuh hukum. Paradigma yang muncul, narkoba meningkat sementara aparat kepolisian membisu,” kata NL, tokoh pemuda Masalembu, Sabtu (28/3/2026).

NL bahkan menyinggung adanya dugaan kuat keterlibatan oknum aparat.

Baca Juga:  109,8 M Dana BSPS di Sumenep: 100 Saksi Diperiksa Kejati Jatim

Ia menyebut, muncul kecurigaan di tengah masyarakat terkait praktik upeti yang diduga mengalir kepada oknum tertentu.

“Artinya, ada dugaan upeti ke salah satu oknum aparat di wilayah Masalembu,” tegasnya.

Menurut NL, jika aparat kepolisian dari tingkat Polsek hingga Polres serius melakukan penyisiran terhadap bandar narkoba, maka peredaran tersebut bisa ditekan.

Namun, ia menilai langkah yang ada selama ini hanya sebatas wacana tanpa aksi nyata seolah-olah perlu diajari lagi menggunakan logikanya masyarakat awam.

“Kalau hanya jadi wacana di atas kertas, itu justru menutup celah busuk kinerja aparat. Dugaan masyarakat berpotensi benar, ada keterlibatan oknum. Logikanya jaringan ini sudah jelas-jelas ada, tapi aparat masih belum bisa bertindak tegas,” ujarnya.

Ironisnya, aktivitas transaksi narkoba disebut tetap berlangsung bahkan di bulan suci Ramadan.

Baca Juga:  Perkara Dugaan Penganiayaan di Wiyung Surabaya Direstorative Justice

Alih-alih mereda, sambung dia, peredaran justru diklaim semakin meningkat pasca Hari Raya Idul Fitri.

“Di bulan Ramadan saja transaksi masih berjalan. Setelah Lebaran malah meningkat signifikan. Ini harus jadi perhatian serius. Kapolres Sumenep yang baru dan Kapolsek Masalembu perlu diperiksa,” tandas NL.

Ia juga mendesak perhatian langsung dari @Presiden Prabowo Subianto, @Kapolri, Listyo Sigit Prabowo, mengingat narkoba merupakan ancaman serius bagi masa depan bangsa.

Di sisi lain, masyarakat Kepulauan Masalembu mengaku resah.

“Desa Kramian ada juga banyak pendatang kerja dari luar Makai juga bebas soalnya gak ada Polisi yang jaga,” ucap warga lainnya.

Peredaran narkoba disebut terjadi secara terang-terangan, memicu kekhawatiran terhadap generasi muda yang rentan terjerumus.

“Bandar menjual secara terbuka. Kami cemas, anak-anak kami tergiur budaya rusak yang mereka bawa dan seolah memang dibiarkan oleh aparat penegak hukum, khususnya Kapolsek Masalembu, Ipda Asnan,” ungkapnya.

Sampai saat ini, masyarakat menilai kinerja aparat di wilayah tersebut belum maksimal.

Baca Juga:  Pemerintah Desa Doho Salurkan BLT-DD April–Mei 2026, Wujud Kepedulian terhadap Kesejahteraan Warga

Mereka bahkan menuding aparat terkesan membuta dan membisu menghadapi situasi yang kian darurat.

Hingga berita ini diterbitkan lagi, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait tudingan yang dilontarkan masyarakat. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polresta Sumenep Tahan Asmawi, Korban Desak Hukum Dikawal Hingga Persidangan
Kasus Pohon Siwalan, Tak Ditahan Meski Jadi Tersangka
Kasus Penganiayaan di Sumenep Mandek, Keluarga Korban Tagih Kepastian Hukum
Sempat Keluhkan Sakit Kepala, Pria Pamolokan Ditemukan Meninggal di Rumah
PPD Desak Polresta Sumenep Segera Panggil Tersangka Asmawi
Kasus Penebangan Pohon, Polresta Sumenep Naikkan Status Asmawi Jadi Tersangka
Curanmor Probolinggo Makin Nekat, Honda Beat Raib Hanya Lima Menit di Sumberasih
Aksi di Mapolresta Sumenep, PPD Desak Polisi Tangkap Asmawi
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 16:39 WIB

Polresta Sumenep Tahan Asmawi, Korban Desak Hukum Dikawal Hingga Persidangan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:51 WIB

Kasus Pohon Siwalan, Tak Ditahan Meski Jadi Tersangka

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:30 WIB

Kasus Penganiayaan di Sumenep Mandek, Keluarga Korban Tagih Kepastian Hukum

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:07 WIB

Sempat Keluhkan Sakit Kepala, Pria Pamolokan Ditemukan Meninggal di Rumah

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:34 WIB

PPD Desak Polresta Sumenep Segera Panggil Tersangka Asmawi

Berita Terbaru

FOTO: Lokasi Proses Exekusi tanah. @by_News9.id

PERISTIWA

Proses Eksekusi Tanah di Paiton Diwarnai Penolakan

Selasa, 13 Okt 2026 - 10:34 WIB

FOTO: Sulaisi Abdurrazaq, S.H.I., M.I.P., selaku kuasa hukum Mahyuni. @by_News9.id

HUKRIM

Kasus Pohon Siwalan, Tak Ditahan Meski Jadi Tersangka

Sabtu, 10 Okt 2026 - 12:51 WIB