Pemerintah Suguhi Festival Budaya di Tengah Derita Masalembu

- Editorial Team

Senin, 11 Mei 2026 - 08:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Nelayan (LPMN) Rawatan Samudra, Desa Suka Jeruk, Masalembu, @by_News9.id

FOTO: Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Nelayan (LPMN) Rawatan Samudra, Desa Suka Jeruk, Masalembu, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Di tengah luka panjang ketertinggalan yang terus menghantui Kepulauan Masalembu, masyarakat kembali dipaksa menyaksikan ironi yang menyakitkan.

Saat persoalan dasar rakyat tidak kunjung diselesaikan, pemerintah justru tampil sibuk membangun panggung seremonial, festival hiburan, baliho, hingga pertunjukan pencitraan seolah Masalembu sedang baik-baik saja.

Padahal realitas di lapangan berbicara sebaliknya.

Nelayan kecil masih berjibaku menghadapi lemahnya penegakan hukum di laut. Jalan rusak bertahun-tahun dibiarkan seperti kubangan tanpa arah penyelesaian.

Bahkan kebutuhan paling mendasar seperti listrik PLN hingga kini belum juga benar-benar dinikmati masyarakat secara layak.

Namun di tengah deretan persoalan itu, pemerintah datang membawa festival ikan bakar, panggung hiburan, dan tepuk tangan.

Baca Juga:  Ratusan Mahasiswa Pamekasan Asal Sampang Gelar Konsolidasi Bersama Tim Pemenangan MANDAT

“Kami patut bertanya, untuk apa festival ikan bakar digelar megah kalau nelayan yang mencari ikan justru dibiarkan berjuang sendirian,” tegas Jailani salah seorang anggota Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Nelayan (LPMN) Rawatan Samudra, Desa Suka Jeruk, Masalembu, Senin (11/5).

Ia menilai pemerintah seperti lebih sibuk membakar ikan di atas panggung ketimbang memikirkan nasib masyarakat pesisir yang hidupnya perlahan ikut terbakar oleh ketidakpedulian kebijakan.

“Laut dijadikan bahan hiburan, tetapi orang-orang yang hidup dari laut tidak pernah benar-benar diperjuangkan,” ujarnya.

Menurutnya, festival budaya memang penting dan tradisi harus dijaga. Namun budaya tidak boleh dijadikan tirai untuk menutupi kegagalan pembangunan yang nyata di depan mata masyarakat.

Baca Juga:  Kalapas Banyuwangi Ajak Keluarga Warga Binaan Wujudkan Lapas Banyuwangi Bebas dari Pungli

Sebab, kata dia, ketika rakyat masih kesulitan mendapatkan listrik, akses kesehatan, pendidikan, hingga perlindungan ekonomi, maka banjir seremoni hanya akan terlihat sebagai upaya mempercantik penderitaan agar tampak indah di hadapan publik.

“Kami tidak butuh pencitraan yang habis dalam hitungan hari. Kami membutuhkan keberpihakan yang nyata,” jelasnya.

Ia juga menegaskan, masyarakat tidak bisa makan dari spanduk festival, tidak bisa menerangi rumah dengan lampu panggung, dan tidak bisa memperbaiki ekonomi hanya dengan tarian seremonial.

“Pemerintah seharusnya sadar bahwa ukuran keberhasilan bukan seberapa meriah acara yang dibuat, tetapi seberapa besar perubahan yang dirasakan masyarakat. Pembangunan sejati tidak lahir dari tepuk tangan acara, melainkan dari keberanian menyelesaikan persoalan dasar rakyat,” tegasnya.

Kritik itu menjadi tamparan keras bagi pemerintah daerah maupun pusat agar tidak terjebak pada politik pencitraan di wilayah yang masih bergulat dengan ketimpangan pembangunan.

“Kalau jalan masih hancur, listrik belum ada, nelayan terus kalah, lalu pemerintah sibuk berpesta, maka kami berhak bertanya ini pembangunan untuk masyarakat, atau sekadar panggung untuk menyelamatkan citra kekuasaan,” tandasnya. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Langsar Laok Mulai Krisis Air Bersih, Bupati Fauzi Turun Tangan
Trotoar dan Bahu Jalan Jadi Lapak PKL, Tata Kota Sumenep yang Gagal Menata
BLT-DD Desa Kranggan Disalurkan kepada 15 Keluarga Penerima Manfaat
AMBB Dukung Gagasan Nazali Lempo: Hukum Tegak, Nelayan Sejahtera
Hosnan Targetkan AMP Sapudi dan Jalan Beton Raas Mulai 2027
Pesan Wartawan Senior Ibnu Hajar di Forum PWRI Sumenep
Siswi SMP Integral Luqman Al-Hakim Sumenep Borong 5 Medali di Kompetisi Nasional
Kejati Jatim Beri Penghargaan Kepada PKN
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Warga Langsar Laok Mulai Krisis Air Bersih, Bupati Fauzi Turun Tangan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Trotoar dan Bahu Jalan Jadi Lapak PKL, Tata Kota Sumenep yang Gagal Menata

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:22 WIB

BLT-DD Desa Kranggan Disalurkan kepada 15 Keluarga Penerima Manfaat

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:27 WIB

AMBB Dukung Gagasan Nazali Lempo: Hukum Tegak, Nelayan Sejahtera

Rabu, 30 September 2026 - 18:42 WIB

Hosnan Targetkan AMP Sapudi dan Jalan Beton Raas Mulai 2027

Berita Terbaru

FOTO: Sulaisi Abdurrazaq, S.H.I., M.I.P., selaku kuasa hukum Mahyuni. @by_News9.id

HUKRIM

Kasus Pohon Siwalan, Tak Ditahan Meski Jadi Tersangka

Sabtu, 10 Okt 2026 - 12:51 WIB