Restrukturisasi DPC MADAS Serumpun Malang Raya, Penasehat Rendra Krisna Tegaskan Organisasi Harus Jadi Solusi, Bukan Ditakuti

- Editorial Team

Minggu, 17 Mei 2026 - 16:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Penasehat DPC MADAS Malang Raya, Rendra Krisna (tengah). @by_News9.id

FOTO: Penasehat DPC MADAS Malang Raya, Rendra Krisna (tengah). @by_News9.id

MALANG, NEWS9 – Momentum restrukturisasi Dewan Pimpinan Cabang (DPC) MADAS Serumpun Malang Raya menjadi titik penting bagi arah baru organisasi kemasyarakatan tersebut.

Dalam forum pembahasan restrukturisasi kepengurusan, Penasehat DPC MADAS Malang Raya, Rendra Krisna, menegaskan bahwa MADAS harus keluar dari stigma organisasi yang menakutkan dan bertransformasi menjadi organisasi yang dikenal luas sebagai pembawa solusi bagi masyarakat.

Dalam pernyataannya, Rendra menekankan bahwa keberadaan MADAS tidak boleh sekadar menjadi simbol atau papan nama, melainkan harus hadir nyata di tengah persoalan masyarakat tanpa memandang latar belakang suku, agama, ras, maupun golongan.

“MADAS itu tidak harus menjadi malaikat, kita juga bukan kelompok superclass. Tapi kita harus hadir di setiap persoalan masyarakat, sekecil apa pun yang bisa kita bantu. MADAS harus dikenal sebagai organisasi yang membawa solusi, bukan organisasi yang ditakuti,” tegas Rendra Krisna.

Pernyataan tersebut menjadi pesan kuat bahwa restrukturisasi bukan hanya soal pergantian nama dalam struktur, tetapi juga perubahan paradigma organisasi.

Baca Juga:  Pemerintah Pusat Soroti Akuntabilitas Dana Desa, Sampang Diminta Berbenah

Menurut Rendra, citra organisasi masyarakat kerap kali terjebak pada kesan keras dan menyeramkan.

Karena itu, kepengurusan baru DPC MADAS Malang Raya diharapkan mampu membangun wajah organisasi yang humanis, inklusif, dan benar-benar bermanfaat.

“Jangan sampai ketika orang mendengar nama MADAS justru takut. Yang harus tertanam adalah MADAS hadir membantu siapa saja. Tidak peduli Islam, Kristen, Hindu, Buddha, Katolik. Tidak peduli Madura, Jawa, Sunda, Papua, Makassar, Arab, atau siapa pun. Ketika masyarakat butuh bantuan, MADAS harus hadir,” ujarnya.

Rendra juga menegaskan bahwa semangat besar organisasi adalah kerja bersama untuk kepentingan bersama.

Dalam konteks restrukturisasi, pengalaman kepengurusan sebelumnya harus dijadikan evaluasi, bukan beban.

“Yang lama kita jadikan pengalaman. Pengalaman buruk ditinggalkan, pengalaman baik dilanjutkan. Dari situ kepengurusan baru bisa lebih matang dan lebih kuat,” katanya.

Dalam forum tersebut, Rendra turut menyoroti pentingnya strategi organisasi berbasis demografi penyebaran masyarakat Madura di Malang Raya.

Baca Juga:  Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiayah Ucapkan Selamat Musycab IMM Sumenep

Ia menilai pembentukan struktur DPAC tidak bisa dipaksakan seragam per kecamatan, karena karakteristik sebaran masyarakat berbeda antara Malang Selatan, Timur, Barat, dan Utara.

Untuk wilayah Malang Selatan dan sebagian Timur, struktur per kecamatan dinilai realistis karena komunitas Madura tersebar kuat.

Namun untuk wilayah Malang Barat dan Utara, Rendra menyarankan model gabungan beberapa kecamatan agar organisasi tetap efektif dan tidak sekadar formalitas administratif.

“Kalau dipaksakan satu kecamatan satu DPAC di wilayah yang sebarannya minim, itu sulit. Harus realistis. Beberapa kecamatan bisa digabung agar organisasi hidup dan berjalan,” jelasnya.

Pandangan tersebut menunjukkan bahwa restrukturisasi DPC MADAS Malang Raya tidak hanya bicara soal kepengurusan, tetapi juga soal desain organisasi yang adaptif terhadap kondisi sosial masyarakat.

Baca Juga:  Jelang TMMD ke-123, Kodim 0821 Lumajang Bersihkan Lapangan Manunggal Krajan II

Bagi banyak kader, arah baru ini menjadi peluang besar untuk memperkuat eksistensi MADAS sebagai organisasi modern yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat luas.

Restrukturisasi ini juga diharapkan mempertegas posisi MADAS Serumpun Malang Raya sebagai wadah persatuan yang tidak eksklusif, melainkan terbuka dan berkontribusi aktif dalam persoalan sosial, keamanan, hingga kemanusiaan.

Dengan pesan tegas dari Rendra Krisna, restrukturisasi DPC MADAS Malang Raya kini membawa harapan baru: menjadikan organisasi bukan sekadar identitas komunal, tetapi kekuatan sosial yang hadir memberi manfaat nyata.

“Organisasi itu adalah kumpulan orang-orang yang bekerja sama untuk kepentingan bersama. Kalau MADAS bisa menjalankan itu, maka organisasi ini akan benar-benar dibutuhkan masyarakat,” pungkas Rendra. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IWB Tagih Ketegasan DPP Gerindra: Sumpah Jabatan Jangan Hanya Sakral Saat Pelantikan, Lalu Dilupakan Saat Kekuasaan Diuji
Warga Langsar Laok Mulai Krisis Air Bersih, Bupati Fauzi Turun Tangan
Trotoar dan Bahu Jalan Jadi Lapak PKL, Tata Kota Sumenep yang Gagal Menata
BLT-DD Desa Kranggan Disalurkan kepada 15 Keluarga Penerima Manfaat
AMBB Dukung Gagasan Nazali Lempo: Hukum Tegak, Nelayan Sejahtera
Hosnan Targetkan AMP Sapudi dan Jalan Beton Raas Mulai 2027
Pesan Wartawan Senior Ibnu Hajar di Forum PWRI Sumenep
Siswi SMP Integral Luqman Al-Hakim Sumenep Borong 5 Medali di Kompetisi Nasional
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:33 WIB

IWB Tagih Ketegasan DPP Gerindra: Sumpah Jabatan Jangan Hanya Sakral Saat Pelantikan, Lalu Dilupakan Saat Kekuasaan Diuji

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Warga Langsar Laok Mulai Krisis Air Bersih, Bupati Fauzi Turun Tangan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Trotoar dan Bahu Jalan Jadi Lapak PKL, Tata Kota Sumenep yang Gagal Menata

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:22 WIB

BLT-DD Desa Kranggan Disalurkan kepada 15 Keluarga Penerima Manfaat

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:27 WIB

AMBB Dukung Gagasan Nazali Lempo: Hukum Tegak, Nelayan Sejahtera

Berita Terbaru

FOTO: Sulaisi Abdurrazaq, S.H.I., M.I.P., selaku kuasa hukum Mahyuni. @by_News9.id

HUKRIM

Kasus Pohon Siwalan, Tak Ditahan Meski Jadi Tersangka

Sabtu, 10 Okt 2026 - 12:51 WIB