SAMPANG, NEWS9 – Warga Dusun Tanggumong, Tambangan, Desa Tanggumong dan Dusun Gurdibih Desa Paseyan, Sampang, Madura, menuntaskan pembangunan jalan sepanjang 800 meter secara swadaya hanya dalam lima hari, Minggu (20/9).
Kegiatan itu melibatkan warga dari dua desa yang bahu-membahu sejak persiapan, pengangkutan material, hingga pengerjaan jalan yang menjadi akses utama aktivitas sehari-hari mereka.
Tokoh ulama muda setempat, KH. Ach. Toyyibul Irsyad atau Gus Mamak, menyatakan bahwa keberadaan jalan layak sangat penting bagi mobilitas warga untuk bekerja dan berdagang.
“Ini merupakan bentuk kepedulian dan kebersamaan masyarakat. Dalam waktu lima hari, warga bersama-sama bekerja menyelesaikan pembangunan jalan secara swadaya,” ujar Gus Mamak.
Menurutnya, semangat gotong royong itu harus terus dijaga karena pembangunan akan lebih kuat ketika masyarakat ikut terlibat langsung di lapangan.
Jalan tersebut menjadi akses warga mengangkut hasil pertanian, mengantar anak ke sekolah, serta menjangkau fasilitas pelayanan publik di wilayah Pasean dan sekitarnya.
Namun, keberhasilan swadaya ini sekaligus mencerminkan keterbatasan anggaran infrastruktur desa, sehingga warga memilih mengambil alih pekerjaan yang semestinya jadi tanggung jawab negara.
“Kami berharap jalan ini bisa dijaga bersama. Setelah dibangun secara gotong royong, tanggung jawab kita selanjutnya adalah merawat dan menjaganya,” pungkas Gus Mamak.
Pemerintah Daerah maupun Desa belum memberikan keterangan resmi soal dukungan anggaran maupun status jalan yang dibangun swadaya tersebut hingga berita ini ditayangkan.
Karena itu, kualitas aspal, drainase, dan perawatan jangka panjang masih menjadi pekerjaan rumah yang menuntut kolaborasi warga dan pemerintah. ***
Penulis : Sup
Editor : Seno CS
Sumber Berita: https://News9.id









