SAMPANG, NEWS9 – Pemerintah Desa Bringin, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura, terus memperkuat pelayanan kesehatan dasar masyarakat melalui kegiatan rutin Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya meningkatkan kesadaran kesehatan warga sekaligus mendukung pencegahan stunting dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Bidan Desa Bringin, Tri Hartini, S.Tr.Keb., mengatakan kegiatan Posyandu dilaksanakan secara rutin setiap bulan dengan melibatkan tenaga kesehatan dan kader aktif.
Pelayanan tersebut diharapkan memudahkan masyarakat mendapatkan akses kesehatan dasar, terutama bagi ibu hamil dan balita.
“Posyandu merupakan Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, dan untuk masyarakat. Tujuannya membantu masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan dasar serta mendukung penurunan angka kematian ibu dan bayi,” jelas Hartini.
Desa Bringin saat ini memiliki enam Posyandu yang melayani masyarakat di sejumlah dusun. Salah satunya Posyandu Merak yang berada di Dusun Durbuk.
Pada Oktober 2026, sasaran pelayanan Posyandu Merak tercatat sebanyak 75 balita dan dua ibu hamil, dengan dukungan lima kader serta dua bidan desa yang terdiri atas tenaga aparatur sipil negara (ASN) dan badan layanan umum daerah (BLUD).
Menurut Hartini, pelayanan Posyandu tidak hanya berfokus pada pemantauan pertumbuhan balita, tetapi juga mencakup edukasi pencegahan stunting, pemeriksaan kesehatan, konsultasi kesehatan, penyuluhan, serta kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).
Pelaksanaan kegiatan Posyandu juga mengikuti tahapan pelayanan yang meliputi pendaftaran, penimbangan dan pengukuran, pencatatan dan pelaporan, pelayanan kesehatan, serta penyuluhan.
Melalui tahapan tersebut, kondisi kesehatan sasaran dapat dipantau sekaligus menjadi dasar pemberian edukasi dan tindak lanjut sesuai kebutuhan.
Seiring perkembangan kebijakan pelayanan kesehatan, Posyandu kini diarahkan bertransformasi menjadi Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP).
Program ini memperluas cakupan pelayanan yang sebelumnya lebih berfokus pada ibu hamil dan balita menjadi pelayanan bagi seluruh kelompok usia, mulai dari bayi hingga lanjut usia.
Meski demikian, Hartini menjelaskan bahwa penerapan Posyandu ILP di Desa Bringin masih berada pada tahap sosialisasi.
Pelaksanaan secara menyeluruh memerlukan persiapan, termasuk pelatihan bagi para kader agar mereka memahami mekanisme dan jenis pelayanan yang akan diberikan.
“Untuk Posyandu ILP, saat ini masih dalam tahap sosialisasi karena nantinya ada pelatihan bagi kader Posyandu,” kata Hartini.
Ia menegaskan, proses sosialisasi tersebut tidak menghentikan pelayanan yang selama ini berjalan.
Masyarakat yang datang ke Posyandu tetap mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai dengan kegiatan yang tersedia.
“Tetapi kalau masyarakat yang datang saat Posyandu, tetap dilayani,” imbuhnya.
Sementara itu, Sekretaris Desa Bringin, Ach. Subairi, mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam mengikuti kegiatan Posyandu.
Menurutnya, keterlibatan aktif warga menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan pelayanan kesehatan di tingkat desa.
“Kami sangat bersyukur atas partisipasi aktif warga. Semoga kegiatan Posyandu terus memberikan manfaat nyata dan menjadi fondasi kuat dalam menciptakan masyarakat desa yang sehat dan sejahtera,” ujarnya.
Sinergi antara bidan desa, kader Posyandu, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat pelayanan kesehatan dasar di Desa Bringin.
Dengan persiapan yang matang menuju Posyandu ILP, pelayanan kesehatan di tingkat desa diharapkan semakin luas, mudah dijangkau, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di setiap kelompok usia. ***
Penulis : Sup
Editor : Seno CS
Sumber Berita: https://News9.id









