SAMPANG, NEWS9 – Pengabdian tak selalu soal angka dan laporan, tetapi tentang jejak yang ditinggalkan. Setelah 40 hari menyatu dengan masyarakat, kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa STAI Ma’arif resmi berakhir di Desa Kalangan Praoh, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.
Penutupan ditandai dengan acara perpisahan yang digelar di Aula Balai Desa setempat, Selasa (30/12) pagi.
Acara tersebut dihadiri oleh pembimbing KKN dari STAI Ma’arif, mahasiswa peserta KKN, Pejabat (Pj) Kepala Desa Kalangan Praoh, perangkat desa, perwakilan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta tokoh masyarakat.
Kehadiran berbagai unsur ini menegaskan bahwa program KKN bukan sekadar agenda akademik, melainkan ruang kolaborasi antara kampus dan desa.
Dalam sambutannya, Pj Kepala Desa Kalangan Praoh, Iskandar Zulkarnain, S.Pd.SD, menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa selama menjalankan KKN.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa telah memberikan dampak positif bagi masyarakat desa, baik secara sosial maupun pemberdayaan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi mahasiswa KKN STAI Ma’arif. Kehadiran kalian memberi manfaat nyata bagi Desa Kalangan Praoh dan masyarakat kami,” ujar Iskandar Zulkarnain yang akrab disapa Dadang.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan KKN terdapat hal-hal yang kurang berkenan.
“Semoga pengalaman selama KKN ini menjadi bekal berharga bagi masa depan adik-adik mahasiswa,” tambahnya.
Program KKN STAI Ma’arif sendiri bertujuan membantu masyarakat desa dalam berbagai aspek pembangunan, mulai dari sosial, ekonomi, hingga lingkungan.
Selama lebih dari satu bulan, mahasiswa melaksanakan beragam kegiatan, seperti edukasi masyarakat, penguatan pemberdayaan ekonomi lokal, serta kegiatan sosial yang melibatkan warga secara langsung.
Suasana haru mewarnai acara perpisahan tersebut. Perwakilan mahasiswa KKN menyampaikan kesan dan pesan, mengungkapkan rasa syukur atas sambutan hangat masyarakat Desa Kalangan Praoh.
Mereka mengaku mendapatkan pengalaman berharga yang tidak hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga membentuk empati dan kepedulian sosial.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan cenderamata dari mahasiswa KKN kepada Pemerintah Desa Kalangan Praoh sebagai simbol kebersamaan dan kenangan pengabdian.
Berakhirnya KKN ini diharapkan tidak menjadi akhir dari manfaat yang telah ditanamkan.
Program-program yang dijalankan diharapkan dapat berlanjut, memberi dampak jangka panjang bagi masyarakat desa, sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa generasi berikutnya bahwa pengabdian adalah proses belajar yang sesungguhnya. ***
