Aksi Gagal: Pemuda Demokrasi Diduga “Masuk Angin”, Publik Curiga Ada Drama di Balik Demo Polres Sumenep

- Editorial Team

Jumat, 23 Januari 2026 - 14:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: (ilustrasi) Rencana aksi demonstrasi yang digagas organisasi Pemuda Demokrasi, di depan gedung Mapolres Sumenep, Kamis (22/1/2026) pukul 13.00 WIB, @by_News9.id

FOTO: (ilustrasi) Rencana aksi demonstrasi yang digagas organisasi Pemuda Demokrasi, di depan gedung Mapolres Sumenep, Kamis (22/1/2026) pukul 13.00 WIB, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Rencana aksi demonstrasi yang digagas organisasi Pemuda Demokrasi, di depan gedung Mapolres Sumenep, Kamis (22/1/2026) pukul 13.00 WIB, justru memunculkan polemik di ruang publik.

Bukan karena gaungnya, melainkan karena gagagalnya melakukan aksi diduga organisasi tersebut mempunyai kepentingan pribadi, sebagian pihak beranggapan surat aksi tersebut hanya salah satu cara untuk melancarkan misinya.

Alih-alih menjadi gelombang besar dihadapan publik, padahal ibarat tong kosong nyaring bunyinya, kredibilitas digadaikan, dan keseriusan aksi tersebut kini mulai dipertanyakan.

Organisasi yang berkantor di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Pajagalan, Kecamatan Kota Sumenep itu sejatinya mengusung isu berat:

“Mendesak Polres Sumenep menindak dugaan praktik mafia BBM serta menutup aktivitas tambang galian C ilegal yang selama bertahun-tahun menjadi problem di Kabupaten Sumenep ujung timur Madura.”

Baca Juga:  Mas Kawe: Bapak Prabowo Titip Pesan, Satukan Komando untuk Menangkan Bunda Indah-Mas Yudha

Dua isu tersebut memang bukan perkara sepele. Mafia BBM dan tambang ilegal selama ini menjadi keluhan publik yang terus berulang, seolah tak pernah benar-benar dituntaskan.

Namun menjelang hari pelaksanaan aksi, justru muncul gelombang skeptisisme.

Sejumlah kalangan mempertanyakan, apakah gerakan tersebut murni lahir dari kepedulian, atau sekadar panggung pencitraan.

“Isunya besar, tapi gerakannya seperti kerupuk keluar dari wadah ‘Komel‘ atau masuk angin. Jangan sampai ini hanya sandiwara aktivisme untuk cari keuntungan pribadi,” ujar seorang aktivis senior di Sumenep yang meminta namanya dirahasiakan, Jumat (23/1/2026).

Pemuda Demokrasi sebelumnya bahkan menyatakan akan membuka “dosa-dosa besar” Polres Sumenep serta membongkar berbagai pekerjaan rumah institusi tersebut yang dinilai belum terselesaikan.

Baca Juga:  DPC Peradi Lumajang Melakukan Gelar Audensi Bersama Komisi A DPRD

Sorotan juga mengarah kepada sosok Maghfur, yang disebut sebagai koordinator lapangan (korlap) gerakan tersebut.

Beberapa pihak menilai gaya kepemimpinannya lebih banyak menonjolkan sensasi ketimbang substansi perjuangan.

Kritik bahkan menyebut gerakan itu menunjukkan gejala “aktivis mie instan,” cepat panas di pernyataan, tetapi minim daya tahan di lapangan.

“Kalau hanya berani di surat, tapi tak siap bertarung di medan nyata, publik akan menilai sendiri kualitasnya. Aktivis mental toge,” sindir sumber lain dengan nada tajam.

Tak berhenti di situ, isu yang lebih serius mulai beredar di lingkaran aktivis dan masyarakat. Pemuda Demokrasi bahkan disinyalir dan diduga telah menerima ‘pengkondisian’ dari salah satu oknum di internal Polres Sumenep.

“Jika dugaan ini benar, maka yang terjadi bukan sekadar aksi gagal, melainkan pengkhianatan terhadap kepercayaan publik,” tandas aktivis senior Sumenep.

Sementara itu, Redaksi News9.id telah berupaya melakukan konfirmasi, namun hingga berita ini diterbitkan tidak ada satu pun jawaban yang diberikan, baik dari pihak Pemuda Demokrasi, maupun Maghfur, terkait berbagai tudingan tersebut. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: Barang bukti fisik berupa bagian pohon produktif yang diduga ditebang tanpa izin. @by_News9.id

HUKRIM

Polresta Sumenep Sita Bukti Kasus Dugaan Penebangan Liar

Sabtu, 19 Sep 2026 - 22:03 WIB

FOTO: Penandatanganan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep. @by_News9.id

PEMERINTAHAN

28 Pejabat Baru Pemkab Sumenep Dilantik

Sabtu, 19 Sep 2026 - 13:55 WIB

FOTO: Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sumenep, Kamiluddin,  (kiri) bersama Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sumenep, Moh. Ilyas, (kanan). @by_News9.id

PERISTIWA

Kekeringan di Sumenep, BPBD Masih Andalkan Suplai Air Bersih

Jumat, 18 Sep 2026 - 15:41 WIB