BeritaOpini

Suka “Laper” Wajar, Suka Baper Ngrepotin

289
×

Suka “Laper” Wajar, Suka Baper Ngrepotin

Sebarkan artikel ini
Suka "Laper" Wajar, Suka Baper Ngrepotin
FOTO: Aries Widojoko, S.Kom. M.M. CPM - Praktisi, pengajar media Radio & SDM. @by_News9.id

OPININEWS9 – Kita ini dalam pusaran komunikasi sosial yang kompleks, penuh pertukaran informasi, persepsi dan makna dalam masyarakat.

Agar proses ini berjalan efektif, diperlukan kematangan emosional dan kemampuan untuk menerima umpan balik termasuk kritik.

Namun, dinamika ini sering terhambat oleh individu – individu yang menunjukkan sifat mudah tersinggung, tidak dewasa, dan cenderung mengadu saat menghadapi masukan atau POV yang menantang pandangan atau tindakan mereka.

Dalam perspektif komunikasi sosial, respons reaktif terhadap kritik sering kali sebenarnya berasal dari ego yang rapuh.

Individu yang mudah tersinggung cenderung mempersepsikan subyektif sebuah kritik objektif sebagai serangan pribadi (personal attack).

Kegagalan membedakan antara substansi kritik dan nilai diri pribadi menunjukkan adanya ketidakdewasaan emosional.

Mereka belum mengembangkan kemampuan kognitif untuk meregulasi emosi mereka saat menghadapi ketidaknyamanan atau tantangan.

Respons “mengadu” atau melibatkan pihak ketiga adalah strategi komunikasi yang tidak efektif dan manipulatif.

Alih-alih terlibat dalam dialog konstruktif dengan pengkritik, mereka memilih melarikan diri dari akuntabilitas dengan mencari validasi eksternal.

Perilaku ini merusak proses komunikasi sosial yang sehat, yang seharusnya mendorong penyelesaian konflik dan pertumbuhan kolektif.

Singkatnya, kemampuan menerima kritik secara konstruktif adalah pilar komunikasi sosial yang matang.

Sifat-sifat seperti mudah tersinggung dan mengadu mencerminkan hambatan psikologis yang menghalangi individu untuk belajar, beradaptasi, dan berinteraksi secara fungsional dalam lingkungan sosial yang beragam.

Mengembangkan kecerdasan emosional sangat penting untuk menciptakan lingkungan komunikasi yang lebih sehat dan produktif.

Laperan wajar, tapi Baperan bisa ngrepotin. ***

Tinggalkan Balasan

>