BeritaPeristiwa

Dapur Makan Bergizi Gratis di Sumenep Diduga Dipalak Rp200 Ribu

384
×

Dapur Makan Bergizi Gratis di Sumenep Diduga Dipalak Rp200 Ribu

Sebarkan artikel ini
Semua Dapur Makan Bergizi Gratis di Sumenep Diduga Dipalak Rp200 Ribu
FOTO: (ilustrasi) Praktik iuran ilegal yang berpotensi mencederai etika tata kelola publik dan kebebasan pers. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kini tidak lagi sekadar bicara soal gizi masyarakat.

Program yang dibiayai uang negara itu diduga disandera praktik iuran ilegal yang berpotensi mencederai etika tata kelola publik dan kebebasan pers.

Berdasarkan informasi yang diterima sejumlah media dari sumber terpercaya, setiap dapur MBG di Kabupaten Sumenep diduga diwajibkan menyetor dana sebesar Rp200 ribu.

Penarikan tersebut disebut bukan untuk operasional, melainkan sebagai “uang pengamanan” guna meredam pemberitaan bernada kritis terkait pelaksanaan program MBG.

Dana yang dihimpun dari dapur-dapur MBG itu disebut-sebut akan dialirkan kepada sejumlah media yang selama ini aktif mengkritisi program tersebut.

Skema tersebut diduga dirancang untuk membeli senyap, bukan memperbaiki substansi persoalan.

“Yang meminta itu bukan perorangan. Ada koordinasi. Koordinator dapur di tingkat kecamatan yang mengatur penarikan. Informasinya, semua dapur di Sumenep kena iuran,” ujar sumber kepada media, Jumat (6/2/2026), seraya meminta identitasnya dirahasiakan.

Sumber tersebut menegaskan, koordinator kecamatan hanya pelaksana di lapangan. Perintah penarikan dana disebut berasal dari pengurus MBG di tingkat kabupaten.

“Perintahnya bukan dari koordinator kecamatan. Katanya datang dari pengurus yang ada di Sumenep,” ungkapnya.

Menurutnya, jika dugaan itu terbukti benar, maka persoalan MBG di Sumenep telah bergeser dari urusan gizi ke praktik manipulatif kekuasaan.

Program publik yang seharusnya transparan justru terancam berubah menjadi alat kompromi antara pengelola dan media, dengan uang sebagai pelumasnya.

Lebih jauh, praktik semacam itu bukan hanya mencoreng integritas MBG, tetapi juga merusak relasi sehat antara media dan penyelenggara program publik.

Sumber tersebut juga menegaskan bahwa informasi yang disampaikannya bukan rumor murahan.

“Informasi ini valid. Saya berani bertanggung jawab,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, tim News9 terus berupaya menulusuri dugaan tersebut kepada pihak-pihak terkait, termasuk pengelola Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Sumenep. ***

Tinggalkan Balasan

>