SAMPANG, NEWS9 – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD wilayah Pangarengan, Sampang, menuai kritik.
Wali murid berinisial “Y” menilai menu kering yang dibagikan yayasan pelaksana tak sesuai standar gizi dan pagu anggaran yang ditetapkan pemerintah.
Peristiwa itu terjadi di SD Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang, Sabtu (14/2).
MBG itu disalurkan oleh Yayasan Garuda Adidaya Nusantara yang beralamat di Dusun Mortonggak, Desa Ragung.
Paket tersebut disebut sebagai jatah dua hari, Sabtu (14/2) dan Senin (16/2) sehingga per siswa masing masing dapat 2 kantong plastik.
“Plastik pink dan biru untuk kelas 1–3 isinya hanya 1roti kecil, biskuit kemasan kecil, dan susu kotak 115 ml. Kalau ditotal sekitar Rp5 ribuan,” ujar Y.
Untuk kelas di atasnya imbuh Y (plastik hijau), berisi 1 roti, 2 biji buah salak, dan susu 115 ml, ditaksir sekitar Rp6 ribuan.
“Kelas 4-6 berisi 1 roti, 2 biji buah salak, dan susu 115 ml, ditaksir sekitar Rp6 ribuan,” keluhnya.
Padahal, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, sebelumnya menegaskan menu MBG wajib bergizi seimbang dan sesuai pagu: Rp8 ribu untuk PAUD–SD kelas 3, serta Rp10 ribu untuk jenjang di atasnya.
“Dapur MBG dilarang mengurangi kualitas demi keuntungan dan harus memenuhi SPM,” tegasnya seperti Dikutip di media Nasional.
Sementara Owner SPPG Ayu Sempurna Moh. Fadhol saat di konfirmasi Via Whatsapp Sabtu (14/2) hingga sabtu (21/2), dirinya memilih bungkam.
Media ini akan terus melakukan Upaya konfirmasi lanjutan kepada Kepala SPPG Ayu Sempurna Syahril Rizal S.M. Meski belum memberikan keterangan resmi, Hingga berita ini terbit. ***













>