SUMENEP, NEWS9 – Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membangun Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Dapenda, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep.
Program tersebut digulirkan sebagai langkah konkret memperkuat ekonomi masyarakat pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono, menegaskan bahwa program KNMP dirancang untuk mendorong peningkatan produktivitas dan nilai ekonomi hasil tangkapan nelayan.
“Program Kampung Nelayan Merah Putih memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan produktivitas nelayan di Kabupaten Sumenep,” ujar Trenggono di sela kunjungannya ke Desa Dapenda, pada Selasa (3/3).
KNMP di Desa Dapenda tidak hanya berfokus pada aktivitas penangkapan ikan. Program itu juga diarahkan untuk memperkuat rantai ekonomi nelayan mulai dari pengolahan hingga pemasaran hasil tangkapan.
Di kawasan tersebut, pemerintah membangun sejumlah fasilitas pendukung, di antaranya pabrik es portabel, kios pemasaran ikan, bengkel nelayan, serta berbagai sarana lain yang ditujukan untuk meningkatkan daya saing produk perikanan lokal.
“Ikan yang kualitasnya terjaga tentu berdampak pada harga jual. Dengan dukungan fasilitas ini, mutu hasil tangkapan bisa tetap terjaga sehingga ekonomi nelayan ikut meningkat,” jelasnya.
Trenggono juga mengungkapkan pihaknya akan berkoordinasi dengan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo untuk mengkaji kemungkinan penambahan lokasi Kampung Nelayan Merah Putih di wilayah lain.
Menurutnya, sebagai daerah kepulauan, Sumenep memiliki potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar, baik dari sektor tangkap maupun budidaya.
“Daerah kepulauan seperti Sumenep memiliki sumber daya perikanan yang melimpah. Potensi ini harus didukung infrastruktur yang memadai, salah satunya melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih,” tegasnya.
Desa Dapenda sendiri dihuni sekitar 1.893 kepala keluarga (KK), dengan mayoritas penduduk berprofesi sebagai nelayan.
Bahkan, tercatat sedikitnya 31 perahu tradisional milik nelayan setempat yang digunakan untuk melaut.
Salah seorang nelayan Desa Dapenda, Suryanto, mengaku merasakan langsung manfaat program tersebut, khususnya dengan hadirnya fasilitas pabrik es yang sangat membantu aktivitas nelayan.
“Program ini sangat bagus bagi masyarakat. Sekarang mengambil es lebih dekat, jadi nelayan bisa lebih hemat waktu dan biaya saat melaut,” ungkapnya dikutip. ***













>